Tonasa dan Pemkab Akan Diskusi Soal Tahura Balocci yang Terbengkalai

PT Semen Tonasa dan Pemkab Pangkep akan mendiskusikan persoalan Taman Hutan Raya (Tahura) di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci

Tonasa dan Pemkab Akan Diskusi Soal Tahura Balocci yang Terbengkalai
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Taman Tahura di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (12/5/2019). (Foto Munji). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BALOCCI-- PT Semen Tonasa dan Pemkab Pangkep akan mendiskusikan persoalan Taman Hutan Raya (Tahura) di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel yang dinilai terbengkalai.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup, Ir Andi Agustina Wangsa mengatakan persoalan ini akan dibahas bersama Tonasa, Pemkab Pangkep dan kelompok yang menangani Tahura.

"Iya akan dibahas ini bersama Tonasa dan kelompok yang ditunjuk mengelola Tahura oleh Bupati," katanya, Senin (12/5/2019) sore.

Baca: Tonasa dan Pemkab Akan Diskusi Soal Tahura Balocci yang Terbengkalai

Baca: Anggota Dewan Pakar Apindo Sulsel Dikukuhkan, Ada Dirut Pelindo dan Semen Tonasa

Baca: Yuk ke Air Terjun Cambang Cui Balocci Pangkep, Bisa Naik Motor Kok!

Andi Agustina menjelaskan, Tahura tersebut sebelumnya ditangani Dinas Kehutanan Pangkep dan terurus, namun karena Dinas Kehutanan Pangkep sudah dialihkan ke Provinsi, maka proyek Tahura terbengkalai, sehingga sesuai arahan Bupati diarahkan pengelolaanya di bidang penataan lingkungan.

"Kan sudah tidak adami Dinas Kehutanan, makanya terbengkalai jadi diserahkan ke kelompok tani hutan yang kelompok ini sudah memiliki SK Bupati," ujarnya.

Agustina menyebut, Pemkab dan Tonasa serta kelompok tersebut harus berbicara karena di dalamnya juga ada aset Pemkab.

"Jadi benar-benar kita harus bicarakan dan selesaikan Tahura ini, karena jika memang mereka mau mengambil alih itu harus disepakati oleh semua pihak karena kelompok yang menangani itu juga punya SK Bupati," ungkapnya.

Sekedar diketahui, lokasi proyek Tahura merupakan tambang batu bara Tonasa serta sebagian lahannya pernah dijadikan sebagai lintasan balapan motor.

Dahulu, proyek ini akan dijadikan lokasi wisata baru, melengkapi Pemandian Purbakala Sumpangbita yang telah ada sebelumnya dan lokasinya tidak jauh dari proyek.

Namun, itu tidak pernah terwujud karena Tahura hanya dibiarkan begitu saja sehingga tidak dapat dibedakan lagi tumbuhan yang sengaja ditanam atau tumbuhan liar.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved