Kejari Tana Toraja Ikut Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Pertemuan tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi pencegahan pupuk bersubsidi.

Kejari Tana Toraja Ikut Lakukan Pencegahan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi
Risnawati/Tribun Timur
Kejari Tana Toraja bersama Dinas Pertanian Toraja Utara mengelar pertemuan komisi pengawasan pupuk dan pestisida di Aula kantor Dinas Pertanian, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (13/5/2019) 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja, bekerjasama Dinas Pertanian Toraja Utara, mengelar pertemuan komisi pengawasan pupuk dan pestisida di Aula kantor Dinas Pertanian, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Sulsel, Senin (13/5/2019) pagi.

Pertemuan tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi pencegahan pupuk bersubsidi.

Baca: Malam ke 9 Ramadan, Ini Penceramah Tarawih di Masjid Agung Nur Ar Rahman Maros

Baca: Update Situng Real Count KPU 13 Mei, Saksi Prabowo Tolak Tandatangani Hasil Rekapitulasi di Jateng

Dihadiri Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Kasi Intel Kejari Tana Toraja Andi Ardi Aman, Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara Medan Sandabunga, ketua kelompok tani se Toraja Utara, para distributor, pengecer pupuk dan pestisida, OPD terkait, dan masyarakat.

Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengatakan, pupuk di Toraja Utara harus stabil penyalurannya, dan merata bagi semua petani.

"Dengan pertemuan ini, Toraja tidak perlu lagi memasok bahan pangan dari luar, tetapi justru bisa memasok bahan pangan ke daerah lain khususnya di Sulawesi Selatan," tutur Kalatiku.

Sementara Kadis Pertanian Medan Sandabunga, berharap seluruh petani di Toraja Utara bisa mendapatkan pupuk bersubsidi secara merata sesuai kebutuhan, harga sesuai peraturan yang ada.

Narasumber sosialisasi yaitu Kasi Intel Kejari Tana Toraja Andi Ardi Aman, memberikan sosialisasi mengenai pencegahan penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Andi Ardi Aman mengatakan, penyalahgunaan pupuk bersubsidi terjadi adanya penjual pupuk eceran menjual bukan di wilayahnya, padahal sudah ditetapkan Permentan Nomor 47 tahun 2017.

Kasrem 142 Tatag Mamuju, Letkol Muh Imran
Kasrem 142 Tatag Mamuju, Letkol Muh Imran (handover)

"Penyalahgunaan biasanya terjadi karena ada markup harga, baik dari distributor maupun pedagang eceran yang ditunjuk," ucap Andi.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Risnawati M
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved