VIDEO: Curhat Nelayan di Takalar, Terancam Kehilangan Ikan

Apabila aktivitas penambangan terus dilakukan, maka akan membuat ikan punah.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nelayan di Pesisir Pantai Galesong Takalar, mulai mengkhawatirkan aktivitas penambangan di Pesisir Pantai Galesong Raya.

Apabila aktivitas penambangan terus dilakukan, maka akan membuat ikan punah. 

Baca: GP Ansor Sulteng Minta Jaksa Tahan Gusnur, Ini Dugaan Pelanggarannya

Baca: Misteri Pembunuhan Vera Oktaria Kasir Indomaret Mulai Terungkap, Oknum TNI Diburu & Reaksi Kapendam

Hal itu diungkapkan nelayan asal Galesong Utara Takalar, Daeng Sitaba (38), saat gelar konferensi pers di Rumah Independen Makassar, Sabtu (11/5/2019).

Salah satu dampak dari penambangan ialah, masyarakat terancam tidak bisa mengkonsumsi ikan segar.

"Kalau memang pemerintah melanjutkan lagi penambangan pasir laut di Galesong Raya, paling cepat satu tahun kedepan kita tidak makan ikan lagi," tegas Daeng Sitaba.

Dampak buruk lainnya penambangan ikan di Pesisir Pantai Galesong ialah, tidak ada lagi ikan sampai ke abrasi.

"Kita (nelayan) harus mencari ikan di laut Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba bahkan sampai ke Selayar. Karena ikan di lautnya Galesong sudah tidak ada," ungkap Sitaba.

Sebelum tambang di Galesong Takalar, berbagai ikan ada. Dari Banyara', Auwau, Layur, Tembang, Kepiting, ikan Bete-bete, Katombo, Cumi, Udang dan ikan lainnya.

"Tapi mulai ada penambangan pasir di pantai Galesong sejak 2017, itu ikan-ikan semua lari. Sekarang ini memang sudah mulai berkurang penambangan," lanjutnya.

Aktivitas penambangan memang saat ini belum terlihat, karena aktivitas itu pindah 8 Mil dari pantai Galesong. Sebelumnya itu, penambangan berjarak 2 Mil dari Pantai.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved