Wakil Bupati Selayar Pimpin Apel Siaga Bencana, Ini Pesannya

Wakil Bupati Selayar H Zainuudin pimpin apel siaga bencana di Lapangan Pemuda Benteng, Kecamatan Benteng

Wakil Bupati Selayar Pimpin Apel Siaga Bencana, Ini Pesannya
Dok Asri
Wakil Bupati Selayar H Zainuudin pimpin apel siaga bencana di Lapangan Pemuda Benteng, Kecamatan Benteng, Sulawesi Selatan, Jumat (26/4/2019) pagi. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Wakil Bupati Selayar H Zainuudin pimpin apel siaga bencana di Lapangan Pemuda Benteng, Kecamatan Benteng, Sulawesi Selatan, Jumat (26/4/2019) pagi.

Apel itu dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana.

Peserta apel dari TRC BPBD, PMI, SAR Tagana, Pemadam kebakaran, Anggota Kodim 1415 Selayar dan anggota Polres Selayar, Anggota pramuka, staf Balai Taman Nasional Takabonerate, serta SKPD.

Baca: Hanya Raup 833 Suara, Legislator PDIP Enrekang Pastikan Diri Terdepak Dari Parlemen

Baca: Pemilu 2019 -Begini Suka-duka Petugas Outsourching KPU Selayar, Tidur Hanya 3 Jam

Baca: Diduga Keracunan Kosmetik, Remaja Asal Polewali Mandar Sulbar Meninggal Dunia, Bibirnya Bengkak

H Zainuudin mengatakan tren bencana di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Data menunjukkan  jumlah kejadian bencana sebanyak 3.572 dan telah mengakibatkan korban manusia sebanyak 4.814 meninggal dunia dan hilang.

"Orang yang luka 21.064 dan 10.2 juta orang mengungsi dengan kerugian mencapai lebih dari 100 triliun rupiah,"tuturnya.

Ia menambahkan menyadari hal itu sejak tahun 2017 Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) menginisiasi suatu gerakan, peningkatan kesadaran dan kesiapsigaan nasional untuk menghadapi bencana.

"Untuk diketahui sebagaimana catatan para pakar , beberapa bencana di Indonesia kerap berulang. Ada yang lima tahunan, 10 sampai 100 tahunan Longsor dan banjir kerap kali berulang setiap tahun. Gempa di aceh berulang tiap dua ribu tahunan.

Untuk itu, kata dia, kita harus meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam menghadapi bencana, serta harus mengurangi potensi atau, resiko bencana dengan cara mengurangi sumber masalah yaitu kerusakan lingkungan.

"Kita hidup dalam suatu keseimbangan ekosistem di negeri yang indah ini, dengan kekayaan sumber daya alam yang sekaligus juga merupakan ancaman akibat fenomena alam,"tuturnya.

Sekadar diketahui bahwa setelah dilaksanakan apel dilanjutkan simulasi dengan evakuasi 12 korban akibat gempa berkekuatan 4, 5 SR disertai kebakaran.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah, IG: @ nur_wahidah_saleh

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved