Pemilu 2019

Bantah Lakukan Politik Uang, Caleg Wajo H Anwar Merasa Dizalimi Berkali-kali

Caleg Partai Nasdem di Wajo, H Anwar membantah tudingan terkait Politik Uang yang dialamatkan padanya.

Bantah Lakukan Politik Uang, Caleg Wajo H Anwar Merasa Dizalimi Berkali-kali
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Caleg Partai Nasdem nomor urut 2 dapil 2, H Anwar saat ngopi bareng dengan salah satu caleg Partai Nasdem lainnya di kediamannya, di Kecamatan Tanasitolo.

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Caleg Partai Nasdem di Wajo, H Anwar membantah tudingan terkait Politik Uang yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, apa yang menjadi temuan pelapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wajo adalaah uang untuk membayar saksi partai pada Rabu (17/4/2019) lalu.

"Itu uang untuk biaya politik, untuk saksi partai dan ada mandatnya," katanya kepada Tribun Timur saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Tanasitolo, Rabu (24/4/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Bawaslu Wajo Rekomendasikan PSU 1 TPS di Kecamatan Tempe

Baca: Pemuda Jeneponto Curi Motor di Takalar Dihadiahi Timah Panas

Baca: Update Terbaru Versi Real Count C-1 KPU, Jokowi-Maruf Masih Unggul di Sulbar, Berapa Prabowo-Sandi?

Lebih lanjut, dirinya mengaku tak pernah bersentuhan langsung dengan orang tersebut. Sebab, dirinya hanya menunjuk koordinator saksi untuk Partai Nasdem di Kecamatan Tanasitolo untuk merekrut saksi untuk semua TPS.

"Karena saya ditugaskan untuk cari saksi partai di Kecamatan Tanasitolo, saya tunjuk koordinator saksi dan saya tugaskan untuk rekrut saksi-saksi," katanya.

"Itukan yang dijadikan alasan kalau saya kasi uang ke anak itu, padahal itu uang dari kakeknya karena kakeknya minta untuk gantikan dirinya sebagai saksi di salah satu TPS," sambung Sekertaris Partai Nasdem Kabupaten Wajo tersebut.

Terkait adanya kartu nama beserta uang Rp 100.000 tersebut, dirinya membantah dengan keras. Memang, diakuinya, dirinya mencetak kartu nama sebanyak 5.000 lembar, tapi cuma disimpam di rumah.

"Itu kartu nama saya simpan saja di rumah, siapa saja boleh ambil kalau datang, apalagi kalau hari pasar kan ramai," katanya.

Caleg nomor urut 2 Partai Nasdem dapil 2 tersebut pun merasa terzalimi. Sebab, bukan kali pertama dirinya dilaporkan ke Bawaslu Wajo terkait politik uang.

"Saya merasa terzalimi, sudah berkali-kali dilapor dan pelapornya orang yang sama, dan satu partai sendiri," katanya.

Dirinya pun mengaku pasrah dengan ulah oknum separtainya tersebut. Lelaki yang akrab disapa Haji Anto tersebut pun mengaku akan membuktikan tuduhan tersebut tidak benar di Bawaslu Wajo.

(TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved