Citizen Reporter

HMJ Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Alauddin Lokakarya Latihan Kepenulisan

HMJ Ilmu Alquran dan Tafsir (HMJ IQT) UIN Alauddin Makassar mengadakan Lokakarya Latihan Kepenulisan Artikel Populer/Opini.

HMJ Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Alauddin Lokakarya Latihan Kepenulisan
Dok Muhammad Musmulyadi
Muhammad Musmulyadi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar 

Citizen reporter, Muhammad Musmulyadi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
Melaporkan dari Kampus II UINAM, Samata, Gowa

Menjelang bulan suci Ramadhan, HMJ Ilmu Alquran dan Tafsir (HMJ IQT) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan politik UIN Alauddin Makassar mengadakan Lokakarya Latihan Kepenulisan Artikel Populer/Opini.

Acara ini diharapkan agar Mahasiswa dari Jurusan IQT bisa menyampaikan dakwahnya melalui tulisan, Senin, (22/04/2019).

Acara ini dihadiri sebanyak 54 peserta. Dari sekian banyaknya peserta yang hadir diharapkan bisa menjadi awal baru untuk mengkampanyekan semangat literasi (baca-tulis) di Kampus Peradaban UIN Alauddin Makassar, sekurang-kurangnya di lingkup jurusan.

Dengan melalui tulisan juga dakwah bisa dilakukan, yang selama ini dakwah sangat identik dengan kegiatan ceramah atau pidato.

Apalagi jika melihat sejarah perkembangan keilmuan dalam Islam tidak bisa terlepaskan oleh tulisan tulisan para cendekiawan muslim dari masa ke masa yang sampai pada hari ini dalamnya sumur ilmu pengetahuan bisa kita rasai manfaatnya.

Seperti warisan berharga umat Islam yaitu Al Qur’an yang ditulis oleh para sahabat. Kitab-kitab klasik yang hari ini bisa dikaji berkat adanya jejak tulisannya.

“Latihan Kepenulisan ini diharapkan bisa memupuk semangat literasi (baca-tulis) dikalangan mahasiswa. Harapan dari kegiatan ini agarbentuk dakwah yang selama ini yang diidentikkan dengan kegiatan ceramah atau berpidato bisa juga dilakukan dalam hal tulis-menulis seperti yang telah dilakukan oleh para sahabat hingga ulama yang telah menghasilkan banyak kitab-kitab dan buku-buku yang sampai hari ini bisa kita nikmati, ,” tutur Fahua Kaher selaku Ketua HMJ IQT dalam sambutannya.

Hal ini menandakan bahwa literasi atau semangat beriqra telah ada sejak dulu, sejak awal diutusnya Nabi Muhammad saw. di hamparan padang pasir. Hingga hari ini semangat itu tetap dijaga oleh warisatul anbiya’(pewaris para nabi).

Out put dari latihan kepenulisan ini ialah, diantara sekian banyaknya peserta bisa menghasilkan tulisan yang bisa diterbitkan diberbagai media (cetak maupun online, lokal maupun interlokal).

Juga tulisan-tulisan yang telah ditulis bisa juga di masukkan ke dalam buletin Jurusan IQT, seperti yang diarahkan oleh Kajur IQT.

Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga sore, sehingga teori-teori yang diterima bisa diaplikasikan hari itu juga.

Sesi dibagi dua, yang pertama mengenai teori menulis, bagaiman menuangkan gagasan hingga menjadi sebuah tulisan yang dibawakan oleh Dr. Hj. Aisyah Arsyad, M.A. Kemudian sesi kedua langsung praktik yang dicoachingoleh Syamsul Arif Galib, M.A.

Sebelum acara berakhir dipesankan agar selepas kegiatan ini untuk menerbitkan tulisannya di media. Dan terus menulis.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved