KPU Takalar Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang di Sembilan TPS, Ini Sebabnya

Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut usulan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang direkomendasikan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam)

KPU Takalar Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang di Sembilan TPS, Ini Sebabnya
syahrul/tribuntakalar.com
Ketua KPU Takalar Muh Darwis dan Ketua Bawaslu Takalar Ibrahim Salim saat memimpin rapat persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kafe Famous, Kecanatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Minggu (21/4/2019) sore. 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALLASSANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Takalar) melaksanakan rapat persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Cafe Famous, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Minggu (21/4/2019) sore.

Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut usulan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang direkomendasikan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Kami dari pihak KPU menerima usulan agar dilakukan pemungutan suara ulang di beberapa TPS. Itu berdasar temuan Bawaslu di lapangan," kata Ketua KPU Takalar, Muh Darwis.

Menurut Darwis terdapat sembilan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan melakukan PSU se-Kabupaten Takalar.

"Ada sembilan TPS yang akan melakukan PSU. Tersebar di lima Kecamatan. Yaitu Kecamatan Mappakasunggu, Mangarabombang, Pattallassang, Polongbangkeng Utara, dan Galesong," tambah Darwis.

Darwis mengungkapkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sembilan TPS belum memiliki jadwal pasti lantaran pihak KPU Takalar menunggu kesiapan surat suara.

"Jadwal PSU belum bisa kami tentukan karena kami menunggu kesiapan surat suara dulu," jelas Darwis.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Takalar Ibrahim Salim mengatakan pertemuan ini intinya untuk memastikan pemungutan suara ulang berlangsung bersih dan jujur.

"Kami mau PSU berjalan sesuai aturan, bersih dan jujur. Karena itu kami harus memastikan kesiapan panitia pelaksana," kata Ibrahim Salim.

Menurut Ibrahim, Bawaslu mencatat beberapa masalah teknis. Seperti orang yang tidak ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tapi mencoblos.

"Bawaslu mencatat beberapa masalah teknis. Seperti orang yang tidak ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tapi mencoblos di beberapa TPS. Semua rekomendasi TPS yang akan melakukan PSU berdasar temuan kami di lapangan," tutup Ibrahim Salim.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved