OPINI

OPINI - Ilmu dan Akhlak

Sebab tanpa akhlak, ilmu yang didapat tak akan memiliki faedah sama sekali.

OPINI - Ilmu dan Akhlak
tribun timur
Alumnus Universitas Indonesia Timur Makassar

Oleh:
Ikbal Tehuayo
Alumnus Universitas Indonesia Timur Makassar

Bila kita pernah mencicipi sajian lezat isi dari novel yang ditulis Shawni berjudul Iblis Menggugat Tuhan, maka kita akan temui pertengkaran argumentasi antara iblis dan Buhaira.

Dari pertengkaran argumen antara iblis dan Buhaira sangat terlihat jelas bahwa iblis mempunyai cadangan atau stok pengetahuan yang begitu unik dan kaya.

Argumentasi yang diwarnai dengan pengalaman empiris dan rasionalisasi yang begitu tajam, iblis mampu mengambil catatan sejarah untuk membenarkan setiap apa yang ia lakukan.

Tak hanya itu, iblis juga mampu mengkongkretkan sesuatu yang pada hakekatnya abstrak untuk membenarkan semua prilakunya.

Walaupun logika yang dimainkan lewat kata yang mampu menghipnotis dan menyedot simpati para pendengar argumen yang diucap iblis, iblis tetap dicap merah dengan stempel sejarah manusia bahwa ia adalah makhluk terkutuk dan dijadikan sebagai simbol kesombongan dan kemorosotan akhlak.

Teringat salah satu ucapan Syekh Abdul Kadir Jailan yang menyatakan bahwa aku lebih suka orang yang berakhlak daripada orang yang berilmu. Sebab iblis juga mempunyai ilmu.

Baca: Warga yang Tinggal di Daerah Patahan Palu Koro Akan Direlokasi

Sementara Syeh Utsaimin menjelaskan, orang yang menuntut ilmu wajib menghiasi dirinya dengan akhlak.

Sebab tanpa akhlak, ilmu yang didapat tak akan memiliki faedah sama sekali.

Kepandaian dalam bidang keilmuan tertentu tak akan bisa memberi manfaat secara maksimal jika tak diiringi dengan akhlak yang mulia. Sebab akhlak adalah ruh utama untuk kebermanfaatan ilmu.

Halaman
123
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved