Minta Warga Tidak Terprovokasi, NA: Sujud Syukur Itu Bukan Klaim Kemenangan

Hal itu diungkapkan NA saat memberi sambutan dalam acara peresmian Masjid Mamajang Raya, Jl Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang

Minta Warga Tidak Terprovokasi, NA: Sujud Syukur Itu Bukan Klaim Kemenangan
muslimin emba/tribun-timur.com
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat memberi sambutan di peresmian Masjid Mamajang Raya yang berlokasi di Jl Veteran Selatan, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang, Makassar, Jumat (19/4/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) meminta warga agar tetap menjaga kondusifitas pasca pencoblosan Pilpres dan Pileg yang digelar, Rabu 17 April, kemarin.

Hal itu diungkapkan NA saat memberi sambutan dalam acara peresmian Masjid Mamajang Raya, Jl Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Makassar, Jumat (19/4/2019) siang.

Menurut NA, pesta demokrasi lima tahunan itu merupakan ujian bagi masyarakat.

"Kita baru saja mendapat ujian menjadi pesta demokrasi. Alhamdulillah kita lulus, bisa menyelenggarakan pemilu Pemilihan Presiden dan Legeslatif. Oleh karena itu kita tinggal menunggu keputusan KPU," kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya.

Sembari menunggu keputusan resmi KPU, mantan bupati Bantaeng dua priode ini meminta warga agar tidak terprovokasi oleh isu atau gerakan-gerakan yang berkembanga.

"Saya kira, kita jangan mudah terprovokasi dengan gerakan-gerakan yang ada. Kita melihat para calon presiden kita merayakan dengan cara masing-masing, ada yang sujud syukur ada yang mau menyampaikan. Tapi saya pikir sujud syukur bukan berarti merayakan kemenangan tetapi sujud syukur karena telah melewati sebuah perjuangan," ujar NA.

"Jadi jangan dipolitisir, sujud syukur itu sebuah klaim. Itulah kita tunggu hasil, jangan terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan," NA menambahkan.

Sekedar diketahui, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden masing-masing mengklaim kemenangan.

Paslon nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengklaim kemenangan atas hasil hitung (Quick Qount) cepat dari berbagai lembaga survey. Begitu juga paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, mengklaim kemenangan atas hasil hitung cepat lembaga survey internalnya.

Bahkan Prabowo melakukan sujud syukur atas klaim kemenangan itu.(tribun-timur.com)

Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved