Efek Pemilu, Penjualan SBR006 Turun

Jumlah penjualan SBR006 di bank ini sebesar Rp 172,5 miliar dari 847 transaksi dan 800 investor.

Efek Pemilu, Penjualan SBR006 Turun
kompas.com
Ilustrasi investasi sukuk 

TRIBUN-TIMUR.COM - Masa penawaran Savings Bond Ritel seri SBR006 telah berakhir Selasa (16/4/2019). Beberapa mitra distribusi kompak mengatakan terjadi penurunan permintaan bila dibandingkan seri SBR005.

Penurunan terjadi lantaran kupon yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding seri terdahulu. Di Bank Tabungan Negara (BTN), salah satu agen penjual, hasil penjualan sebesar Rp 52 miliar.

“Target penjualan awal yang ditetapkan adalah Rp 50 miliar, angka tersebut merupakan jumlah minimal yang harus dijual oleh mitra distribusi," kata Direktur Konsumer BTN, Budi Satria kepada kontan.co.id.

Baca: Usai Pemilu, Guyuran Kredit Perbankan Bakal Lebih Deras

Baca: OJK Tantang Sulsel Jadi Pionir Terbitkan Obligasi Daerah

Vice President Wealth Management BNI, Alwas Kurniadi mengatakan jumlah penjualan SBR006 di bank ini sebesar Rp 172,5 miliar dari 847 transaksi dan 800 investor.

"Semua permintaan yang masuk dapat terpenuhi, target awal kami adalah Rp 150 miliar-Rp 200 miliar," katanya.

Hasil penjualan tersebut lebih rendah ketimbang hasil penjualan seri sebelumnya di agen penjual yang sama. Alwas mengatakan, permintaan SBR006 turun karena sebagian investor sudah membeli SR011 yang baru launching bulan lalu.

Meski nilai penjualan lebih rendah, jumlah investor naik. Business Development Bareksa Adam Rizky Nugroho menuturkan jumlah investor ritel yang membeli SBR006 dengan nominal di bawah Rp 10 juta mencapai 76,4%. Sedangkan, di SBR005 cuma 69,7%.(danielisa)

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved