Usai Pemilu, Guyuran Kredit Perbankan Bakal Lebih Deras

Menjelang Lebaran permintaan kredit modal kerja biasanya meningkat, karena pelaku usaha biasanya menumpuk persediaan barang.

Usai Pemilu, Guyuran Kredit Perbankan Bakal Lebih Deras
ocha alim bachri/tribun-timur.com
Karyawan melayani nasabah di kantor BCA, Jl Ahmad Yani, Makassar, Senin (15/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah perhelatan akbar Pemilu 2019, sejumlah bankir sepakat kalau di kuartal II dipastikan kredit bakal melejit.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengamini kredit banknya akan moncer di kuartal II 2019. “Sebenarnya di kuartal I-2019 kemarin pertumbuhannya juga lumayan baik mencapai 12,5% (yoy). Tapi di segmen konsumer, khususnya mortgage dan auto loan memang agak melambat,” katanya, Selasa (16/4/2019).

Perlambatan di segmen kredit konsumsi lantaran hajatan pemilu. Ia menilai masyarakat masih wait and see menunggu hasil pemilihan.

Kredit konsumsi diprediksi mulai terangkat pascapemilu. Sementara segmen korporasi menjadi pendorong pertumbuhan kredit pada kuartal I 2019.

“Di segmen korporasi pada kuartal I 2019 dari sisi permintaan cukup tinggi, jadi harapan kami selanjutnya juga mulai terjadi shifting, tak hanya dari infrastruktur, melainkan juga dari manufaktur dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods),” tuturnya.

Baca: Kredit Kendaraan Tumbuh Subur di Awal Tahun

Baca: Kredit Investasi Kencang di Awal Tahun, Tembus Rp 1.327,8 Triliun di Februari

Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja yakin memasuki kuartal kedua 2019, permintaan kredit dari sisi modal kerja bakal terangkat.

“Menjelang Lebaran permintaan kredit modal kerja biasanya meningkat, karena pelaku usaha biasanya menumpuk persediaan barang,” katanya.

Hingga kuartal I 2019 penyaluran kredit BCA sudah meningkat sebesar 13% secara yoy. Menurun dari akhir tahun 2018 yang sempat menyentuh 15,1% yoy. Melihat peluang yang besar, bank swasta terbesar ini yakin, ruang pertumbuhan penyaluran kredit masih bisa terpompa hingga ke level 14%.

Kredit Modal Kerja

Bank Indonesia (BI) melalui survei perbankan meramal pertumbuhan kredit perbankan di kuartal II 2019 bakal lebih deras dibanding kuartal sebelumnya. Sejalan dengan pola tahunan.

Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang permintaan kredit baru sebesar 98,6% di kuartal II, lebih tinggi dibandingkan 50% pada kuartal sebelumnya.

Baca: OJK Dorong Perbankan Biayai Eksportir Sulsel

Baca: BRI Agro Rilis Kartu Kredit, Ini Keuntungannya

Responden BI menyampaikan, perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit pada kuartal II ini didorong oleh pertumbuhan kondisi ekonomi yang menguat, risiko penyaluran kredit yang rendah, rasio kecukupan modal yang meningkat dan diikuti likuiditas yang cukup.

"Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru di triwulan II 2019 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi," tulis BI.(anggar/marshall)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Usai Pemilu, Bank-bank Besar Menggenjot Pertumbuhan Kredit".

Editor: Hasriyani Latif
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved