Hotel Marante Toraja Utara Sebentar Lagi Jadi Kantor 'Gadis', Sisa Bayar Segini

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah beberapa saat lalu mengunjungi Hotel Marante di jalan poros Palopo

Hotel Marante Toraja Utara Sebentar Lagi Jadi Kantor 'Gadis', Sisa Bayar Segini
Kadis Kominfo SP Toraja Utara, Fitra
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah saat memantau Hotel Marante didampingi Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan di Jalan poros Rantepao-Palopo di Kecamatan Tondon. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah beberapa saat lalu mengunjungi Hotel Marante di jalan poros Palopo, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel.

Hal itu dikatakan Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan saat mendampingi Nurdin Abdullah kunjungan kerja ke Rindingallo dan Tallunglipu.

"Saat perjalanan ke Palopo malam hari, Pak Gubernur minta untuk singgah di Hotel Marante sekitar 30 menit," ucap Kalatiku, Kamis (11/4/2019).

Baca: Fraksi Golkar DPRD Toraja Utara Tolak Pembelian Hotel Marante

Baca: Pemilu 2019 Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir Akan Mencoblos di TPS Ini

Baca: Jelang Pemilu 2019, Kapolres Luwu Utara Ajak Warga Tidak Golput

Baca: Mahasiswa Desak Pemprov Sulbar Tuntaskan Jalan Poros Ulumanda Majene

Dikatakan Kalatiku, Gubernur Nurdin Abdullah sangat antusias melihat lokasi hotel diresmikan Soeharto 26 tahun silam, yang menjadi tempat baik untuk dijadikan kantor Gabungan Dinas (Gadis) Pemkab Toraja Utara.

"Selama ini kita menyewa kantor dinas, dan sekarang kita sudah beli Hotel Marante yang sudah setengah dibayar dalam APBD, tahun depan dibayar lagi setengahnya," tambahnya.

Lanjut Kalatiku, Nurdin Abdullah setuju untuk dibeli dan mengatakan agar jangan didahului orang lain membeli hotel tesebut.

Dikatakan membeli Hotel Marante banyak prosedur dilalui yaitu bersurat ke DPRD Toraja Utara rencana dan menyetujui, serta rekomendasi seperti analisis dampak lingkungan, ekonomi, sosial, dan konstruksi kekuatan beton yang kesemuanya telah terpenuhi.

"Hotel ini dibangun puluhan tahun lalu sudah memenuhi persyaratan dan justru semakin lama semakin kuat, sesuai uji laboratorium sipil dan konstruksi dari Fakultas Teknik Unhas," ungkap Kalatiku.

Agar secepatnya menfungsikan hotel Marante sebagai Gadis, Bupati Kalatiku akan meminta pendapat hukum dari KPK, BPKP, BPK RI dan kantor pengajuan kekayaan negara di Makassar.

"Anggaran pembelian hotel Marante dulunya diangka 58 Miliar, namun ditawar menjadi 50 Miliar di atas 1,8 hektar tanah beserta bangunan uniknya," tutupnya.

Kalatiku menjelaskan, tahun 2018 lalu telah dibayar 25 Miliar menggunakan APBD, tahun 2020 akan dibayar lagi sisanya maka setelah dilunasi dan pemenuhan persyaratan baru segera diisi untuk menjadi kantor Gadis.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved