Sukses Gelar Konser Musik, Ketua KPU Luwu: Pemilu Harus Kita Sambut Riang Gembira

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Andi Djemma Belopa, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Luwu.

Sukses Gelar Konser Musik, Ketua KPU Luwu: Pemilu Harus Kita Sambut Riang Gembira
hamdan/tribunpalopo.com
Suasana Fun Run KPU Luwu di Lapangan Andi Djemma Belopa, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Minggu (7/4/2019) pagi. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu, Hasan Sufyan, sangat bersyukur event atau kegiatan yang diselenggarakan berjalan lancar.

Dimana KPU Kabupaten Luwu mengadakan Konser Musik, Lomba Digital Musik Competition, dan diakhiri dengan dengan kegiatan Fun Run, Minggu (7/4/2019) pagi.

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Andi Djemma Belopa, Jl Jenderal Sudirman, Kompleks Perkantoran Pemkab Luwu, Kecamatan Belopa, Luwu.

"Disamping ini merupakan agenda nasional yang diintruksikan oleh KPU RI dilaksanakan oleh seluruh KPU Kabupaten Kota Se-Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi penanda bahwa pemilu harus kita sambut secara riang gembira," kata Hasan Sufyan.

"Pemilu merupakan pesta rakyat. Maka kita harus menyambut pemilu dengan gegap gempita penuh kegembiraan. Kegiatan Konser Musik dan agenda Fun Run yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Luwu outputnya ingin rakyat gembira dan bahagia menyambut pemilu, juga disaat bersamaan rakyat harus sehat jasmaninya," tuturnya.

Menurutnya, pemilu ini adalah medium untuk melahirkan pemimpin yang bisa membahagiakan rakyatnya.

Selain rakyat harus bahagia secara rohani, disaat bersamaan rakyat juga sehat secara jasmani.

"Mari kita ber-Pemilu secara sehat, jangan saling sikut karena berbeda pilihan, saling serang karena berbeda partai, jangan karena pemilu ikatan sosial kita jadi retak. Pemilu merupakan alat pemersatu bangsa, oleh sebab itu pemilu harus kita sambut dengan penuh kebahagiaan," tegasnya.

Dia juga menjelaskan kenapa harus musik menjadi medium penyambutan pemilu. Karena musik tidak mengenal warna dan golongan, musik secara universal diterima oleh semua telinga warga negara.

Musik merupakan alat pemersatu, dan jadi tempat berkumpul dan bergembira secara bersama tanpa melihat perbedaan agama, suku, golongan bahkan status sosial.

"Semangat ini harus kita tularkan dalam menyambut pemilu. Kita berbeda dalam pilihan tapi bersatu dalam bernegara. Kita berbeda dalam menentukan calon pemimpin tapi kita bersatu menyukseskan Pemilu 2019," harapnya.

"Pemilih berdaulat tanpa money politik dan hoax maka negara akan kuat. Sekali lagi mari kita sambut pemilu tahun 2019 dengan penuh kegembiraan," tutupnya.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, @desy_arsyad

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved