6 Bulan Kampanye Caleg, Syahrul YL: Semua Teori Politik Saya Habis

Sebagai caleg DPR dan tim pemenangan nasional capres Jokowi-Ma'ruf, dia yakin sekali pilihan politiknya sudah diambang kemenangan.

6 Bulan Kampanye Caleg, Syahrul YL: Semua Teori Politik Saya Habis
justang
Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II Syahrul Yasin Limpo (SYL) bertemu puluhan generasi millenial Bone, Sabtu (922019). 

MAKASSAR, TRIBUN - Gubernur dua periode Sulsel (2008-2018), Syahrul Yasin Limpo (64), menyebut dinamika 6 bulan masa kampanye sebagai calon lagislatif, meruntuhkan semua fatsun dan teori politik yang selama 40 tahun dia tahu dan amalkan.

Sebagai caleg DPR dan tim pemenangan nasional capres Jokowi-Ma'ruf, dia yakin sekali  pilihan politiknya sudah diambang kemenangan.

Keyakinan inilah yang membuatnya "sangat menikmati" setengah tahun masa kampanye pemilu di 9 dari 24 kabupaten/kota di wilayah tengah Sulawesi Selatan.

"Terus terang saya sangat menikmati pertarungan dapil II. Banyak peluh dan air mata, dan tak ada darah ji. Aman dan damai seperti yang dulu-dulu." kata Syahrul kepada Tribun, yang mengaku berada di posko pemenangannya di Jl Andi Djemma d/h Jl Landak Lama, Makassar, Minggu (7/4/2019) malam.

Syahrul adalah caleg DPR-RI dari Partai Nasdem. Bukan di  basis politik tradisionalnya di selatan Sulsel, Syahrul memilih di dapil II yang mayoritas beretnis campuran Bugis-Makassar; (Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba).

Melalui sambungan telepon, Ketua DPD Golkar Sulsel dan Bupati Gowa dua periode ini, menggunanakan frasa "menikmati pertarungan" merujuk pada dinamika pertarungan sekitar 130-an caleg DPR dari 16 partai peserta pemilu di dapil II Sulsel.

Dia mengungkapkan, semua pengetahuan dan teori politik dasar yang dia ketahui dan amalkan selama 25 tahun jadi kepala daerah dan politisi, nyaris tak ada yang berlaku  di pemilu serentak pertama kali dalam sejarah demokrasi Indonesia.

"Semua teori politik yang saya tahu habis, dinamika lapangan sangat berbeda. Sebagai petarung saya mau bilang, itulah kenapa saya sangat menikmatinya,"

Menurutnya, semua caleg yang dia kenal dari lintas partai, lintas dapil dan lintas provinsi, juga membenarkan pengalaman  mereka dengan pemilih yang lebih pragmatis.

"Semua teori politik gugur di pemilu kali ini. Lain calegnya, lain pilpresnya. Hari ini warga kampung ini terima saya, eh besoknya mereka terima calag lain dengan respons dan penerimaan yang sama. Warga dan pemilih semakin cerdas.  Saya menikmatinya karena selalu saya tegaskan, saya tetap tak akan jalankan politik transaksional. Saya tetap pada prinsip untuk pendidikan politik jangka panjang di Sulsel dan Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved