Polsek Tamalanrea Masih Selidiki Penyebab Bentrok Antar Mahasiswa di Unhas

Bentrok baru bisa diredam, setelah personel Polsek Tamalanrea yang dibackup Tim Penikam Polrestabes Makassar tiba di lokasi kejadian.

Polsek Tamalanrea Masih Selidiki Penyebab Bentrok Antar Mahasiswa di Unhas
Amiruddin/Tribun Timur
Kanit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Tamalanrea, Iptu Abd Hakim Bahar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bentrok antar mahasiswa yang terjadi di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas), pada Rabu (3/4/2019) dini hari kemarin, menyebabkan sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan.

Seperti kaca gedung di lantai satu FIKP Unhas yang pecah, gegara diduga terkena lemparan batu saat mahasiswa bentrok.

Baca: Musyfirah Sulap Koran Bekas Jadi Rumah Miniatur yang Cantik, Yuk Intip Karyanya

Bentrok baru bisa diredam, setelah personel Polsek Tamalanrea yang dibackup Tim Penikam Polrestabes Makassar tiba di lokasi kejadian.

Kanit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Tamalanrea, Iptu Abd Hakim Bahar (53) mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Masih dalam proses lidik atas kasus itu. Apalagi ada dua peristiwa disitu, yang pertama pemukulan, dan yang kedua ada bentrok yang berujung kerusakan fasilitas kampus," kata Iptu Abd Hakim Bahar, saat ditemui tribun-timur.com, di Mapolsek Tamalanrea, Jl Tamalanrea Raya, Kota Makassar, Kamis (4/4/2019).

Untuk kasus pemukulan, kata dia, seorang mahasiswa FIKP Unhas bernama Arisal, telah melaporkan dugaan penganiyaan yang dialaminya ke Polsek Tamalanrea.

Baca: Sajian Ikan Samelang Kalibone Pangkep yang Menggugah Selera Makan

Arisal mengaku mengalami penganiayaan, saat tengah duduk di pinggir jalan masuk ke FIKP Unhas.

Ia dianiaya dengan cara dipukul menggunakan tangan dan helm oleh mahasiswa lainnya.

"Saat korban Arisal yang telah mengalami penganiayaan melapor di Polsek Tamalanrea, ternyata mahasiswa ilmu kelautan dan perikanan malah saling lempar di kampusnya," ujarnya.

Perwira polisi kelahiran Makassar, 21 April 1966 itu menambahkan, untuk kasus perusakan fasilitas kampus, pihaknya mengaku belum mendapat laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved