PSM Ingin Go Public, Akademisi: Tingkatkan Profesionalisme

Akademisi Unhas, Anas Iswanto Anwar Makatutu menilai, langkah PSM Makassar untuk melantai di bursa efek merupakan langkah menarik.

PSM Ingin Go Public, Akademisi: Tingkatkan Profesionalisme
amiruddin/tribun-timur.com
Anas Iswanto Anwar Makkatutu

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Akademisi Unhas, Anas Iswanto Anwar Makatutu menilai, langkah PSM Makassar untuk melantai di bursa efek merupakan langkah menarik.

Ia menjabarkan, Jumlah investor pasar modal Indonesia sampai dengan Maret 2018 mencapai 1,21 juta single investor identification (SID), sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk 258 juta.

"Artinya pilihan investasi di sektor ini belum disukai di negara ini," katanya via WhatsApp, Kamis (28/3/2019).

Baca: BEI Makassar Siap Fasilitasi PSM Go Public

Baca: Polres Jeneponto Tetapkan 1 Tersangka Kematian Desi Ananda, Penasehat Hukum: Kami Apresiasi

Baca: Suami Siti Zulaeha Ingin Dosen UNM Dr Wahyu Jayadi Dikena Pasal Pembunuhan Berencana, Ini Alasannya

Salah satu alasan, yakni melambatnya proses literasi mengenai pasar modal secara merata.

"Tidak bisa dipungkiri, pemahaman masyarakat mengenai pasar modal masih rendah, sehingga lebih memilih produk investasi konvensional, seperti deposito dan emas," katanya.

Menurutnya, tidak mudah untuk mendapatkan pendanaan dengan menggunakan instrumen ini.

"Sangat berbeda klub sepak bola kita dengan luar negeri karena banyak pendapatan lain selain dari pertandingan sepak bola. Klub sepak bola di Asia saja belum banyak melantai di bursa," ujarnya.

Di sisi lain, memang menjanjikan kalau melihat jumlah fans fanatik, tetapi itu belum menjamin akan serta merta mau membeli saham.

"Terpenting harus diyakinkan masyarakat terhadap profesionalisme klub. Manajemen, pemain, tidak ada lagi atur skor misalnya, memukul wasit dan lainnya," katanya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved