CJH di Maros Membludak, Kemenag Antisipasi 'Haji Filipina'

Kementrian Agama (Kemenag) Maros, khawatir ada lagi warga yang nekat naik haji melului cara ilegal atau tanpa pemerintah, tahun ini.

TRIBUN MAROS.COM, TURIKALE - Kementrian Agama (Kemenag) Maros, khawatir ada lagi warga yang nekat naik haji melului cara ilegal atau tanpa pemerintah, tahun ini.

Hal tersebut disebabkan, banyaknya warga Maros yang berminat naik haji, tanpa mau mengikuti prosedur.

Kepala Kemenag Maros, Syamsuddin mengimbau kepada warga, supaya berhaji dengan mengikuti prosedur atau ketentuan pemerintah, Jumat (22/3/2019).

Pemberangkatan harus melalaui pemerintah, supaya bisa lebih aman selama berada di Mekkah.

"Jangan sampai ada lagi Haji Filipina. Warga Indonesia, ingin ke Mekkah tapi melalui daerah atau negara lain. Mereka ingin cepat, sampai nekat menggandakan pasport," kata Syamsuddin.

Untuk antisipasi adanya haji Filipina, Kemenag Maros terus bersosialisasi supaya tidak tergiur dengan iming-iming, naik haji dengan cepat.

Jika ada yang nekat, maka haji ilegal akan merasakan dampaknya. Mereka akan terus dipersulit saat berada di Mekkah.

"Kalau ada warga yang mau naik haji melalui negara lain, kami tidak bisa jamin keselamatannya. Jangan percaya oknum dari luar negeri," katanya.

Setiap tahun, Maros dijatah untuk memberangkatkan 313 jamaah calon haji ke Mekkah. Sementara jumlah warga yang mendfatar terus bertambah.

Saat ini, sebanyak 9.438 warga yang masih menunggu untuk diberangkatkan ke Mekkah. Mereka menunggu hingga 32 tahun.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved