BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Terus Menguat hingga 2 Hari ke Depan

Setali tiga uang, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terangkat 0,91% ke Rp 14.102 per dollar AS.

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Terus Menguat hingga 2 Hari ke Depan
THINKSTOCK
Ilustrasi kurs dollar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju setelah bank sentral AS Federal Reserve dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi.

Indeks saham naik 0,29% ke 6.501,78. The Fed memutuskan mempertahankan bunga di 2,25-2,50%. BI pun mempertahankan bunga di 6%.

Analis Indo Premier Sekuritas, Mino, Kamis (21/3/2018) berpendapat selain faktor bunga, IHSG juga didukung penguatan rupiah. Kurs spot rupiah menguat ke Rp 14.140 per dollar AS.

Pasalnya, The Fed tetap bersikap dovish karena mempertimbangkan kondisi ekonomi AS. Hal ini mendorong investor keluar dari dollar.

Baca: Bursa Saham Dibayangi Rapat Gubernur BI, Analis Prediksi Suku Bunga Tetap

Baca: Ada Apa? KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,Terlibat?

Valdy Kurniawan, analis Phintraco Sekuritas menambahkan muncul ekspektasi, tidak ada kenaikan Fed fund rate tahun ini.

Nah, Valdy mengingatkan adanya potensi profit taking pada saham sensitif suku bunga, terutama bank dan properti.

Apalagi, IHSG juga ditutup di level psikologis 6.510. Proyeksi dia, IHSG akan melemah dengan rentang pergerakan 6.440-6.550 hari ini. “Fokus selanjutnya adalah perkembangan negosiasi dagang AS-China," ujarnya.

Tapi Mino melihat IHSG masih berpeluang menguat. Rentang pergerakan IHSG antara 6.465-6.535.

Rupiah Kembali Terbang

Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada dovish menyokong kurs rupiah. Hari ini, kurs spot rupiah menguat 0,33% jadi Rp 14.140 per dollar Amerika Serikat (AS).

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved