VIDEO: Beli HP Rp 900 Ribu, Nelayan Pangkep Ini Dituntut 15 Bulan Penjara

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar, Adrian, alasan tuntutan lebih rendah, karena kapasitas terdakwa

TRIBUN-TIMUR -MAKASSAR - Nasib sial dialami Irman (37), warga Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan. Pria  dua anak dituntut 15 bulan penjara gegara  membeli handpone hasil curian.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adrian di Pengadilan Negeri Makassar , Selasa (19/03/2019) siang.

Acaman hukuman yang dijeratkan terhadap  terdakwa lebih ringan dibandingkan dua terdakwa Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21), yakni selama 17 tahun penjara.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar, Adrian, alasan  tuntutan  lebih rendah,  karena kapasitas terdakwa hanya sebagai penadah.

"Yang kami tuntut kan pasal 480, karena terdakwa membeli hape tanpa dilengkapi dengan dokumen  berarti masuk dalam penampung atau menadah," kata Adrian.

Di dalam pasal 480 dijelaskan bahwa  barangsiapa yang mengambil keuntungan dari hasil sesuatu barang, yang diketahuinya atau yang patut harus disangkanya barang itu diperoleh karena kejahatan .

Selain Irman, JPU juga menuntut terdakwa Fatullah alias Ullah (18). Fatullah dijatuhkan dengan tuntutan yang sama yakni 15 bulan penjara.

Fatullah dituntut bersalah karena ikut menerima uang hasil penjualan barang curian dari dua pelaku utama, yakni Firman dan Aco senilai Rp 100 ribu.

Diberitakan sebelumnya, Irman membeli handpone dari terdakwa Aco yang merupakan pelaku begal. Hp itu dibeli seharga Rp 900 ribu.

Sementara Aco mendapatkan HP itu dengan cara membegal Imran, salah satu mahasiswa Makassar. Aco bersama Firman bahkan menebas tangan Imran hingga putus di jalan Datuk Ribandang Dua, Kecamatan Tallo, pada Senin (23/11/2018).

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved