Penderita Tuberkulosis Meningkat, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Takalar

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Takalar dr Novita Yulianti memaparkan ada beberapa tanda penderita TB.

Penderita Tuberkulosis Meningkat, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Takalar
KOMPAS.com
Ilustrasi tuberkulosis (TB) 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALLASSANG - Penderita Tuberkulosis (TB) meningkat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Takalar, pada tahun 2016 tercatat  479 penderita, tahun 2017 tercatat 611 penderita, dan tahun 2018 tercatat 1336 penderita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Takalar dr Novita Yulianti memaparkan ada beberapa tanda penderita TB.

"Tanda-tandanya itu ada beberapa. Batuk berdahak lebih satu minggu, demam, keringat dingin di malam hari tanpa aktivitas, nyeri dada, sesak napas, berat badan menurun dan batuk darah," kata dr Novita via WhatsApp, Rabu (20/3/2019) sore.

dr Novita Yulianti mengatakan pihaknya aktif mencari dan menskrening penderita TB di beberapa tempat.

"Kami mencari sebanyak-banyaknya penderita TB melalui investigasi kontak, pemeriksaan kontak, skrening di tempat-tempat berisiko seperti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pondok pesantren, panti asuhan dan tempat lain. Jika ditemuakan maka diberikan obat anti TBC (OAT) sesuai dgn standar World Health Organisation (WHO)," tambah dr Novita.

Di Takalar telah ada mikroskop binokuler untuk melakukan pemeriksaan spitum (dahak) dan ada alat tes cepat molekuler (TCM).

"Untuk mikroskop binokuler sendiri telah ada di 15 Puskesmas se-Kabupatan Takalar," jelasnya.

Untuk mengurangi jumlah penderita TB, Dinas Kesehatan Takalar gencar melakukan beberapa aksi. 

"Kami melakukan intensifikasi penemuan kasus TB di kelompok masyarakat. Ada juga kegiatan ketuk pintu dengan melibatkan kader kesehatan dan petugas promosi kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan," tutup dr Novita.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved