Pencegahan Korupsi di Provinsi Sulbar Belum Optimal

Koordinator Wilayah VIII KPK RI Adlinsyah Malik Nasution mengungkapkan, capaian yang optimal ada di pemberdayaan dana desa

Pencegahan Korupsi di Provinsi Sulbar Belum Optimal
nurhadi/tribunmamuju.com
Koordinator Wilayah VIII KPK Adlinsyah Malik Nasution melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan di kantor gubernur Sulbar, Jl Abdul Malik Partana Enden, Mamuju, Selasa (19/3/2019). 

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Hasil evaluasi pencegahan korupsi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dilakukan KPK RI pada tahun 2018 belum optimal, menduduki peringkat 14 dari 34 provinsi dengan skor 64 persen.

Koordinator Wilayah VIII KPK RI Adlinsyah Malik Nasution mengungkapkan, capaian yang optimal ada di pemberdayaan dana desa dan pelayanan terpadu satu pintu.

"Skornya mencapai 92 persen dan 75 persen,"kata Adlin kepada wartawan di kantor Gubernur Sulbar, Rangas, Mamuju, Selasa (19/3/2019).

Adlin mengatakan, hal tersebut harus terus dilakukan pembenahan dan perbaikan di sektor lainnya, sehingga pada tahun 2019 Provinsi Sulbar dapat memperbaikin peringkat Monitoring of Preventian (MCP).

Dikatakan, KPK selalu berupaya mengakselerasi pemberantasan korupsi terintegrasi bersama pemerintah daarah.

"Pencegahan dan penindakan KPK perlu dijadikan momentum perbaikan sistem dan pengendalian internal pemerintah daerah,"ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pembenahan dan pengendalian harus dilakukan secara rutin.

"Kami ingin terus melihat ASN dalam menerapkan kebijakan dan regulasi yang diterapkan dalam pencegahan korupsi,"ucapnya.

Lanjutnya, KPK juga terus mendorong optimalisasi penerimaan daerah, melalui inovasi perangkat sistem penerimaan pajak daerah.

Tujuannya, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Penertiban aset dan tata kelola pelayanan masyarakat terpadu juga harus dilakukan pembenahan sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan-layanan yang disediakan pemerintah,"tuturnya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved