Pasien RS Jiwa Dadi Akan Dipindahkan ke RS Sayang, Ini Alasan Gubernur

Sementara di RS Sayang Rakyat lahannya cukup luas. Bbanyak yang bisa dilakukan manajemen rumah sakit, semisal berkebun.

Pasien RS Jiwa Dadi Akan Dipindahkan ke RS Sayang, Ini Alasan Gubernur
sanovra/tribuntimur.com
Pemuda dengan gangguan jiwa (ODGJ) berekspresi seperti rambo di Jl Ap Pettarani, Makassar, Minggu (17/2). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah punya alasan kuat untuk memindahkan pasien RSJ Dadi Makassar ke RS Sayang Rakyat di kawasan KIMA, Makassar.

Menurutnya di dalam RSJ Dadi, pasien hanya dikumpul tanpa ada aktivitas sehingga masa pemulihan itu tidak efektif. Hal itupun diyakini berdampak pada pemulihan kesehatan pasien penyakit jiwa.

Sementara di RS Sayang Rakyat lahannya cukup luas. Bbanyak yang bisa dilakukan manajemen rumah sakit, semisal berkebun.

"Dia bisa berkebun dan lainnya. Kalau dikumpul terus kapan dia sembuh, pasti tambah lagi dosisnya," kata Nurdin, Selasa (19/3/2019). Terkait pemindahan pasien penyakit jiwa, ini masih tataran konsep.

Pemindahan ini, ada dua tujuannya selain ingin memberikan pelayanan yang memadai kepada pasien penyakit jiwa, juga untuk mengubah RSJ Dadi sebagai rumah sakit khusus Stroke Regional Indonesia Timur.

"Kita rencana ini stroke center untuk kawasan timur. Jadi nggak perlu lagi harus ke Jakarta atau Singapura cukup di Makassar," tambahnya.

Direktur Utama RS Dadi, dr Amran Bausat mengatakan bahwa fisibility studi relokasi pasien penyakit jiwa ini melibatkan pihak ketiga.

"Kita melibatkan sejumlah akademisi khususnya dari Unhas yang ada di Fakultas Kesehatan Masyarakat," ujar dr Amran.

Menurutnya, pemindahan pasien penyakit jiwa ini ke RSUD Sayang Rakyat ini karena kapasitas rumah sakit yang melebihi kapasitas pelayanan.

Mulai dari
1.
Halaman
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved