Dua Perangkat Desa di Bantaeng Tersandung Kasus Pemilu

Keduanya berstatus perangkat desa di Kantor Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

Dua Perangkat Desa di Bantaeng Tersandung Kasus Pemilu
edi/tribunbantaeng.com
Pembacaan putusan di PN Bantaeng terhadap terdakwa, Ambo Dodding. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantaeng telah memproses dua oknum perangkat desa yang melanggar UU Pemilihan Umum (Pemilu).

Keduanya berstatus perangkat desa di Kantor Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

Ambo Dodding sebagai Kaur Umum dan Kahar sebagai Kasi Kesejahteraan.

Ketua Bawaslu Bantaeng, Muhammad Saleh mengatakan keduanya dipersoalkan karena dobel job.

Selain sebagai perangkat desa, juga berstatus sebagai pengurus partai politik (Parpol).

Keduanya sama-sama pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Bantaeng, sesuai SK yang didaftarkan ke KPU Bantaeng.

"Mereka dobel job, sebagai pengurus partai dan perangkat desa. Sesuai aturan, mereka jelas melanggar," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Rabu (20/3/2019).

Perkara keduanya pun sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bantaeng.

Mereka didakwa karena dianggap melanggar Pasal 494 Jo Pasal 280 ayat 2 huruf (1) dan atau 3 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Mereka dijatuhi pidana kurungan 3 bulan, dalam masa percobaan 6 bulan (Pidana Bersyarat).

Halaman
12
Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved