Begini Cara Pembagian Kursi Perolehan Suara Pemilihan DPRD Mamasa

Jika sebelumnya metode penghitungan suara menggunakan metode Kuota Hare maka pemilu saat ini menggunakan metode Sainte Lague.

Begini Cara Pembagian Kursi Perolehan Suara Pemilihan DPRD Mamasa
semuel/tribunmamasa.com
Joni Rambulangi ketua KPU Mamasa saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Metode pembagian kursi perolehan suara pemilihan DPR di semua tingkatan untuk pemilu tahun ini sedikit berbeda dengan metode sebelumnya.

Jika sebelumnya metode penghitungan suara menggunakan metode Kuota Hare maka pemilu saat ini menggunakan metode Sainte Lague.

Kuota Hare adalah kuota yang digunakan di dalam sistem pemungutan suara yang dapat dipindah tangankan dan juga dalam sistem pemilu yang menggunakan kuota minimal.

Sementara Sainte Lague adalah metode nilai rata-rata tertinggi yang digunakan untuk menentukan jumlah kursi yang telah dimenangkan dalam suatu pemilihan umum.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Mamasa, Joni Rambulangi saat ditemui di Kantornya, Rabu (20/3/2019).

Menurut Joni, yang pertama dilakuan dalam menentukan pembagian kursi tiap partai dari hasil perolehan suara yaitu, menetapkan suara sah dari masing-masing partai politik (Parpol), dari setiap daerah pemilihan (Dapil).

Suara sah yang sudah ditetapkan tersebut, dibagi dengan bilangan ganjil.

Ada empat bilangan ganjil pembagi untuk menentukan perolehan kursi, yaitu bilangan 1, 3, 5 dan 7.

"Selanjutnya diurutkan, jadi hasil pembagian terbesar pertama dari bilangan itu, dapat kursi pertama dan seterusnya," ungkapnya.

Diandaikan, Dapil Mamasa l , 12 kursi, untuk menetukan perolehan kursi, diurutkan pembagian bilangan ganjil 1, 3, 5 dan 7 terhadap suara sah masing-masing parpol.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved