Diduga Dilantik Tak Sesuai Prosedur, Kepala Kemenag Takalar: Kenapa Baru Sekarang Dipersoalkan

Sementara lepas sambut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dilaksanakan di Aula Kemenag Takalar

Diduga Dilantik Tak Sesuai Prosedur, Kepala Kemenag Takalar: Kenapa Baru Sekarang Dipersoalkan
sulsel.kemenag.go.id
Mantan Kepala Kantor Kemenag Takalar Hj. Adliah bersama kepala kantor Kemenag Takalar yang Baru H. Junaidi Mattu sesat sebelum pelantikan 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALLASSANG - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H Anwar Abubakar melantik H Junaidi Mattu sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Jalan Nuri No 53 Makassar, Rabu (9/1/19) lalu.

Sementara lepas sambut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dilaksanakan di Aula Kemenag Takalar, Selasa (15/1/2019) lalu.

Belum genap setengah tahun menjabat kepala Kemenag Takalar, beredar kabar miring soal H Junaidi Mattu.

Pemicunya, operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dan sejumlah pejabat Kemenag Jawa Timur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat lalu.

Penangkapan itu menimbulkan cerita di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Dugaan jual beli jabatan di Kemenag Sulsel, sebenarnya telah menjadi gosip para pegawai sejak Januari lalu, saat pelantikan sejumlah Kepala Kantor Kemenag kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dilantiknya H Junaidi Mattu sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Takalar  menjadi perhatian para pegawai Kemenag Sulsel.

Junaidi Mattu dulunya pejabat yang bertugas sebagai Kabag Tata Usaha di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Saat diminta tanggapannya terkait isu ini, Kepala Kemenag Takalar mengatakan ia telah mengikuti semua prosedur dan tak terlibat jual beli jabatan. 

"Di Kementerian Agama itu sistemnya vertikal. Sama dengan Kepolisian, Kejaksaan dan lain-lain. Artinya komando dari pusat. Jadi tidak masalah tugas pindah Provinsi. Itu hal biasa. Bukan hanya saya yang tugas pindah Provinsi. Kalau ada tugas dari pusat kami ikut perintah," kata Kepala Kemenag Takalar, H Junaidi Mattu di halaman rumah dinasnya di belakang Masjid Agung Takalar, Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Senin (18/3/2019) malam.  

Menurut H Junaidi Mattu semua prosedur telah ia ikuti. Mulai dari pengajuan permohonan. Ada surat menerima. Ada surat melepas. Ada SK CPNS. Ada SK PNS dan syarat lainnya. Tak ada yang ia langgar.

"Jadi, tidak benar jika saya menyalahi prosedur. Lagipula semua syarat saya penuhi. Mulai dari pangkat, jabatan, masa kerja dan lain-lain. Saya sudah pernah menjadi kepala seksi, golongan saya 4a dan sudah 4b April nanti. Kan syaratnya untuk jadi kepala Kemenag, salah satunya, itu golongan 3d," tambahnya.

"Ini jabatan karir. Lagipula kenapa setelah sekitar empat bulan saya menjabat baru dipertanyakan?" tutupnya. 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved