Wakaf Asuransi Berpotensi Jadi Tren Asuransi Syariah di Indonesia

Sebab, Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia yang sudah tentu tidak asing soal wakaf.

Wakaf Asuransi Berpotensi Jadi Tren Asuransi Syariah di Indonesia
dokumen pribadi
Perwakilan AASI di Makassar, Jaidin Abd yang juga Direksi PT Asuransi Takaful Keluarga Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memandang, wakaf asuransi syariah mempunyai potensi yang besar untuk berkembang di Indonesia.

Sebab, Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia yang sudah tentu tidak asing soal wakaf.

Wakaf merupakan bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga menjanjikan pahala yang tak terputus.

Perwakilan AASI di Makassar, Jaidin Abd mengatakan, wakaf itu sudah hidup dan terimplemetasi dalam masyarakat muslim. Baik dalam bentuk wakaf tanah dan bangunan.

"Nah tren sekarang, orang sudah mulai mengenal istilah wakaf tunai, bahkan lebih dari itu ada produk Asuransi Wakah," kata Jaidin via pesan WhatsApp, Minggu (17/3/2019).

Direksi PT Asuransi Takaful Keluarga itu mengamati, produk wakaf akan sangat diminati, mengingat asuransi wakaf ini bisa dibayar dalam jumlah premi yang relatif kecil serta dapat dicicil.

"Artinya sangat terjangkau oleh masyarakat," ujarnya.

Bila dibandingkan dengan wakaf konvesional dalam bentuk tanah dan bangunan, jumlah yang besar.

"Memang perlu disadari adalah perlu literasi dan edukasi secara terus-menerus kepada ummat dan masyarakat, serta dukungan dari regulator dalam hal ini OJK dan stakeholder lainnya," katanya.

Wakaf bisa menjadi instrument baru bagi ummat dalam rangka mensejahterahkan serta meningkatkan ekomoni ummat.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved