Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Paspampres di Indonesia Sudah Ada Sejak 1946, 4 Kali Berganti Nama, Begini Sejarahnya

Markas besar Paspampres berada di Jakarta, dan personelnya direkrut dari prajurit pilihan dan perwira pasukan khusus atau unit khusus

TRIBUNWIKI: Paspampres di Indonesia Sudah Ada Sejak 1946, 4 Kali Berganti Nama, Begini Sejarahnya
Paspampres Grup A mengawal mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo, Senin (18/12/2017).(Fabian Januarius Kuwado) 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kehadiran Pasukan Pemamanan Presiden pada setiap kegiatan penting kenegaraan ataupun dalam keseharian kepresidenan tentu menyita banyak perhatian.

Tubuh tegap, kekar, badan yang tinggi dan berwibawa menjadi ciri khas dari Paspampres ini.

Beberapa diantaranya sempat viral karena kecantikan dan ketampanan mereka.

Namun tahu kah kalian sejak kapan Pasukan ini mulai bekerja di Indonesia?

Dilansir dari wikipedia, Paspampres atau Pasukan Pengamanan Presiden adalah nama satuan keamanan kepresidenan Indonesia dan dinas rahasia terkait dengan tugas-tugas yang berkaitan dengan perlindungan Presiden Indonesia, Wakil Presiden Indonesia dan keluarganya termasuk tempat tinggal mereka .

Markas besar Paspampres berada di Jakarta, dan personelnya direkrut dari prajurit pilihan dan perwira pasukan khusus atau unit khusus dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) (dan sampai tahun 2000, dari Kepolisian Nasional Indonesia).

Sejarah

Situasi keamanan pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sangat memprihatinkan, di beberapa daerah terjadi pertempuran sebagai respon atas keinginan penjajah Belanda dengan bantuan tentara sekutu untuk menduduki kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Ketika keselamatan Presiden mulai terancam dengan didudukinya Jakarta oleh Belanda pada tanggal 3 Januari 1946.

Mengingat kekuatan bersenjata Belanda semakin besar dan terpusat di Jakarta , serta pertimbangan intelijen RI saat itu yang memperkirakan adanya keinginan Belanda untuk menyandera Presiden RI dan Wakil Presiden RI, maka atas perintah yang dikeluarkan Mr Pringgodigdo selaku Sekertaris Negara, diputuskan untuk melaksanakan operasi penyelamatan pimpinan nasional yang dikenal dengan istilah “Hijrah ke Yogyakarta”.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved