Tolak Retribusi Rammang-rammang, Serikat Kumpul Tandatangan Warga

Koordinator serikat pelaku wisata Rammang-rammang, Iwan Dento mengatakan, penolakan penerapan retribusi alan terus berlanjut.

Tolak Retribusi Rammang-rammang, Serikat Kumpul Tandatangan Warga
ansar/tribuntimur.com
Warga yang berolahraga di area CFD kantor Bupati Maros, bertandatangan sebagai bentuk penolakan pungutan retribusi di Rammang-rammang. 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Serikat pelaku wisata Rammang-rammang, mengumpulkan sejumlah tandatangan dari warga yang berolahraga di area Car Free Day (CFD), kantor Bupati Maros, Minggu (17/3/2019).

Tanda tangan dikumpul, sebagai bentuk aksi penolakan retribusi kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan karts Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kecamanan Bontoa.

Warga Rammang-rammang menolak penerapan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 33 tahun 2015, tentang perubahan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Baca: Polres Maros Kecam Aksi Penembakan Tragis di Selandia Baru

Baca: Ngopi Bareng di Warkop, Dandim 1422 Maros Harap Jurnalis Ikut Lomba TMMD

Sejumlah warga yang berolahraga, bertandatangan di kertas yang telah disiapkan. Meski begitu, sejumlah warga hanya melintas di sekitar lokasi aksi tersebut.

Koordinator serikat pelaku wisata Rammang-rammang, Iwan Dento mengatakan, penolakan penerapan retribusi alan terus berlanjut.

"Warga tidak rela, jika kampung kami kami dikuasai oleh pemerintah. Kenapa harus ada pungutan retribusi. Padahal, Pemkab sempat mengeluarkan tiga izin tambang di Rammang-rammang," kata Iwan.

Hanya saja, tambang tidak menambang dan merusak karts setelah warga menolak. Tapi saat kawasan Rammang-rammang terkenal hingga mancanegara, Pemkab menarik retribusi.

"Kenapa awalnya kampung kami mau dihancurkan. Tapi saat terkenal, Pemkab seenaknya mau pungut biaya. Kami yang bertahan dan memelihara Rammang-rammang selama ini," katanya.

Sebelumnya, Pemkab juga hanya cueki pembangunan Rammang-rammang, termasuk dermaga. Hal itu membuat warga mengelola kawasan karts tersebut.

Baca: Besaran Gaji Lulusan SMA Jika Lulus BUMN Rekrutmen di rekrutbersama.fhcibumn.com, Hari Ini Terakhir

Di Rammang-rammang, Pemkab hanya membangun jembatan. Sementara fasilitas lainnya, merupakan swadaya warga.

"Enak saja langsung mau ambil keuntungan di kampung kami. Warga mati-matian jaga kampung supaya tidak hancur, tapi saat terkenal, Pemkab mau ambil keuntungan," katanya.

Selain di area CFD, Serikat pelaku wisata Rammang-rammang, juga mengumpulkan sejumlah tandatangan di dermaga satu dan dua, kampung Berua, Tintingan dan Massaloeng.

Sejumlah warga Salenrang akan konsolidasi Senin besok. Semua aktivitas pelayanan akan dihentikan.

"Tandatangan yang dikumpulkan akan di serahkan ke Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk diteruskan kepada Pak Bupati," ujar Iwan.(*)

Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar

Baca: Reaksi Menteri Agama RI Setelah Ruangannya Disegel KPK, Bagaimana Nasib Romy Ketum PPP Usai OTT

Baca: Terakhir Hari ini! Daftar Rekrutmen BUMN Disini: Syarat, Alur Pendaftaran & Dokumen yang Disiapkan

Baca: Sosok Abdul Aziz, Pria Pemberani yang Kejar Teroris Penembak Masjid Selandia Baru, Begini Ceritanya

Baca: Hari Terakhir, Cara Mudah Daftar Rekrut Bersama BUMN di rekrutbersama.fhcibumn.com, Syarat & Dokumen

Baca: Cara Irfan Mahasiswa Doktor RI Lolos dari Teroris Selandia Baru Saat Jumatan, Polisi Lepas 1 Orang

Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved