OPINI

OPINI - Mahasiswa dan Nalar Demokrasi

Penulis adalah Pengajar FIS Universitas Negeri Makassar - Pengurus Masika ICMI Makassar

OPINI - Mahasiswa dan Nalar Demokrasi
tribun timur
Pengajar FIS UNM - Pengurus Masika ICMI Makassar 

Oleh:
Sopian Tamrin SPd MPd
(Pengajar FIS UNM - Pengurus Masika ICMI Makassar)

Dinamika politik tak bisa dinafikan bahwa betul-betul menyita perhatian kita.

Di mana-mana percakapan kita akhir-akhir ini selalu terkait atau dikaitkan perihal eforia menyambut geliat demokrasi dalam tahun politik.

Forum- forum diskusi pun tetiba ramai mengangkat tema bertajuk politik, mulai dari pemuda dan politik, politik milenial, atau politik dan hoaks.

Dari sekian banyak variasi tema yang sering kali kita temui kata “Pesta Demokrasi” menjadi satu diantaranya yang paling ramai. Juga tulisan ini coba menyinggung perihal tersebut berikut implikasinya.

Desakralisasi Demokrasi
Penulis terpantik untuk menelaah teks ‘pesta’ yang seringkali dilekatkan pada momentum pemilihan. Telaah ini coba menemukan kedalaman teks ini pada konteks proses demokrasi.

Hemat penulis, sedari awal kita telah mendesakralisasi proses demokrasi dengan mengasosiasikannya sebagai pesta.

Baca: Posisi 4 Hasil Survei Indikator, Elite PDIP Anggap Hasil Keringat Kader

Bagi penulis, pesta itu cenderung dilaksanakan dengan eforia lagi tanpa nalar. Ini menjadi penting karena nalar satu kebutuhan mendasar untuk demokrasi kita agar bisa bertumbuh dan bermartabat.

Jika kita cari teks yang dipertimbangkan untuk dilekatkan pada perayaan pemilu di negeri ini.

Penulis lebih memilih kata ritual demokrasi, sekaligus untuk membangun makna kedalaman dan kesakralan proses demokrasi kita.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved