NA Prihatin Objek Wisata Unggulan Sulsel Tak Diperhatikan, Ini Janjinya

Mulai dari Toraja dan Toraja Utara yang akan diperkuat konektivitasnya dengan percepatan pembangunan bandara, hadirkan mini halte

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah prihatin dengan kondisi pariwisata unggulan di Sulsel.

Saat membuka Musda X Badan Pengurus Daerah (BPD) Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Sabtu (16/3/2019), NA sapaannya telah menyerap berbagai aspirasi.

Beberapa janji pun mulai dilontarkan orang nomor satu di pemerintahan Sulsel itu.

Mulai dari Toraja dan Toraja Utara yang akan diperkuat konektivitasnya dengan percepatan pembangunan bandara, hadirkan mini halte hingga pendestrian.

"Pendestrian penting, agar ada jalur jalan kaki bagi turis dan wisatawan domestik dari Makale ke Rantepao," kata Nurdin.

Begitu juga di Bira. Lahan parkir sangat minim. "Penataan tempat wisata masih kacau. Bahkan Bupatinya menyerahkan ke Pemprov mau diapa Bira ini," katanya.

Di Wajo ada Danau Tempe. "Bupati bilang kurang air bersih di sana. Saya bilang cari teknologinya di luar. Ada kok dari Jerman harganya Rp 60 M. Pemda bisanya Rp 10 M, nanti Pemprov yang tambah Rp 50 M," kata mantan Bupati Bantaeng itu.

Di Makassar, NA menyinggung sektor patiwisata Makassar yang belum dioptimalkan dengan baik.

"Bukam menyinggung, Makassar ini punya pulau yang indah untuk wisatawan. Samalona, Kodingareng Keke dan masih bangak lain. Tetapi belum ditunjang terminal penyebrangan yang representatif. Popsa ada namun milik pribadi, kita akan benahi," ujarnya.

Tidak ketinggalan, akses bandara di Luwu Timur milik PT Vale.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved