Horas Community Fogging Kelurahan Bontoduri, Hendrik: Saya Pernah Kena DBD

Beberapa waktu lalu, Horas Community yang diketuai Cikal, juga melakukan fogging di Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini

Horas Community Fogging Kelurahan Bontoduri, Hendrik: Saya Pernah Kena DBD - comma.jpg
Horas Community
Horas Community, komunitas sosial yang didirikan pengusaha Makassar, Hendrik Horas, kembali melakukan fogging (pengasapan nyamuk demam berdarah) di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (17/3/19).
Horas Community Fogging Kelurahan Bontoduri, Hendrik: Saya Pernah Kena DBD - comma5.jpg
Horas Community
Horas Community, komunitas sosial yang didirikan pengusaha Makassar, Hendrik Horas, kembali melakukan fogging (pengasapan nyamuk demam berdarah) di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (17/3/19).
Horas Community Fogging Kelurahan Bontoduri, Hendrik: Saya Pernah Kena DBD - commua6.jpg
Horas Community
Horas Community, komunitas sosial yang didirikan pengusaha Makassar, Hendrik Horas, kembali melakukan fogging (pengasapan nyamuk demam berdarah) di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (17/3/19).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Horas Community, komunitas sosial yang didirikan pengusaha Makassar, Hendrik Horas, kembali melakukan fogging (pengasapan nyamuk demam berdarah) di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (17/3/19).

Beberapa waktu lalu, Horas Community yang diketuai Cikal, juga melakukan fogging di Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, dan di Kelurahan Bara-barayya, Kecamatan Makassar.

Ratusan rumah warga Bontoduri difogging oleh tim Horas Community.

Kegiatan disaksikan langsung sejumlah tokoh masyarakat, antara lain ketua RT 6, Irman dan Irwan Dg Tompo.

“Mewakili masyarakat Bontoduri, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Hendrik Horas, Erick Horas, dan Edward Horas,” ujar Irwan.

Hendrik adalah ayah dari Wakil Ketua DPRD Makassar yang juga Ketua Gerindra Makassar, Ercik Horas dan legislator Gerindra Sulsel, Edward Horas.

Dikonfirmasi, Hendrik Horas mengatakan memiliki tiga unit mesin fogging.

"Kalau ada warga meminta, kami siap fogging, kapan dan dimanapun. Gratis," ujarnya.

Hendrik menambahkan, dia sangat memperhatikan kasus demam berdarah karena pernah terkena penyakit itu.

"Saya punya pengalaman kena demam berdarah dan itu sangat tidak enak. Saat sembuh, saya berjanji akan membantu mencegah penyebaran demam berdarah dengan menyiapkan alat fogging gratis," tambahnya.(san)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved