BPBD Sinjai Pasang Rambu Bencana di Daerah Rawan Longsor

Pemasangan ini mulai dari Jl Poros Manimpahoi, Kompang, Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah, Desa Botolempangan, Sinjai Barat.

BPBD Sinjai Pasang Rambu Bencana di Daerah Rawan Longsor
samba/tribunsinjai.com
Petugas BPBD Sinjai memasang rambu waspada bencana alam di Jl Poros Manimpahoi-Malino, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TENGAH - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai memasangi daerah di Sinjai yang rawan mengalami bencana, Minggu (17/3/2019).

Kepala Seksi Pencegahan pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sinjai Andi Ocktave Amier menyampaikan bahwa pemasangan itu untuk memberitahukan kepada setiap warga agar berhati-hati di wilayah itu.

Pemasangan ini mulai dari Jl Poros Manimpahoi, Kompang, Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah, Desa Botolempangan, Sinjai Barat.

" Daerah ini paling rawan tanah longsor dan pohon tumbang. Karenanya kami pasangangi rambu untuk waspada terhadap bencana alam," kata Andi Ocktave Amier.

Andi Ocktave berharap dengan adanya rambu yang telah dipasang itu para pengguna jalan tahu betul titik atau wilayah yang rawan bencana dan juga sebagai sarana edukasi buat warga agar ikut menjaga lingkungan, misalnya tidak membuat rumah di daerah terjal, tidak menebang pohon di daerah rawan longsor dan tidak menggarap hutan lindung.

Anggaran yang digunakan untuk pengadaan dan pemasangan rambu-rambu ini sebesar Rp20 juta yang bersumber dari APBD Sinjai.

Pantauan TribunSinjai.com di sepanjang jalan tersebut sejumlah rumah warga tepat berada di bibir Jl Poros Sinjai-Malino.

Tahun 2006 lalu, Sinjai dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Terbanyak rumah warga tertimbun tanah longsor berada di Gantarang, Kompang Kecamatan Sinjai Tengah.

Berdasarkan penyaksian warga masih kerap trauma saat mendengarkan gemuruh saat hujan lebat di daerah itu karena mengira suara tanah longsoran. " Kami masih biasa trauma kalau dengar gemuruh hujan deras, teringat peristiwa tanah longsor tahun 2006 lalu," kata Yuli warga Kompang. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
IG.@Sambasambahrii.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved