BNN Sulsel: Setiap Hari, 40 Sampai 50 Orang Meninggal Gegara Narkoba

Menurut Sudaryanto bahaya narkoba harus menjadi perhatian semua pihak. Apalagi di Indonesia terutama Sulsel masuk dalam status darurat narkotika.

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR -- Badan Narkotika Nasional(BNN) Provinsi Sulawesi Selatan kembali mengingatkan tentang bahaya narkotika. Setiap hari hampir 40 sampai 50 orang meninggal dunia gegara mengkonsumsi obat obat terlarang itu.

"Ada  40-50 orang meninggal per hari di Indonesia akibat narkobaa. Kalau untuk Sulsel belum ada data khusus," kata Kepala Bidang Rehabilitas BNN Sulsel, Sudaryanto kepada Tribun.

Menurut Sudaryanto bahaya narkoba harus menjadi perhatian semua pihak. Apalagi di Indonesia terutama Sulsel masuk dalam status darurat narkotika.

Adapun upaya dilakukan BNN dalam penanggulangan narkoba di Sulsel  ada empat tahapan.

Pertama pencegahan, yaitu dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, melalui penyuluhan tatap muka, melalui media cetak, online, televisi, youtube, WA, facebook, radio, SMS berantai dll.

Kedua menggerakkan peran serta seluruh institusi pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat untuk ikut melaksanakan program penanggulangan narkoba.

Seluruh institusi melaksanakan program bersih narkoba dengan indikator tes urine, ada pelajaran bahaya narkoba di sekolah.

Seluruh ustas menyelipkan bahaya narkoba pada konten ceramahnya, TNI, POLRI, BKKBN, Dinkes, Dinsos, Perusahaan, Media dll ikut melaksakan penyuluhan bahaya narkoba.

Ketiga penyelamatan pecandu narkoba melalui rehabilitasi dengan upaya  pelayanan di BNN dan RSUD biaya gratis, pojok konseling adiksi di Puskesmas.

Dan bermitra dengan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat, kerjasama dgn CSR, BLK, Dinsos dll untuk dukungan sosial menuju penciptaan produktifitas mantan pecandu.

Keempat, memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba, melalui upaya pemetaan jaringan, pemidanaan berat bagi yg terindikasi jaringan, serta tindak pidana pencucian uang untuk memiskin kan bandar. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved