Aksi Indonesia Muda Latih Perempuan Bontotangnga Sinjai

"Kegiatan ini untuk memberikan life skill kepada warga kaum ibu-ibu di desa ini dan menjadi salah satu inovasi baru untuk warga desa," kata Ibnu Alim.

Aksi Indonesia Muda Latih Perempuan Bontotangnga Sinjai
handover
Pelatihan Aksi Indonesia Muda melatih kaum perempuan membuat selei kopi, Desa Bonto tengnga , Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUN-SINJAI.COM, SINJAI UTARA- Aksi Indonesia Muda melatih kaum perempuan membuat selei kopi, Desa Bonto Tengnga , Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/3/2019).

Program Women Empowerment Project Aksi Indonesia Muda bekerjasama Relawan Batch 2 dan Pemerintah Desa Bonto Tengnga melatih kaum ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut.

Ketua panitia Women Empowerment Project, Ibnu Alim menyampaikan, project itu untuk memberi keterampilan kepada pemberdayaan wanita di desa itu.

Baca: Romahurmuziy Ditangkap KPK, Ini Tanggapan Ketua DPC PPP Sinjai

Baca: Aktivis PMII Sinjai Ingin PSM Makassar Pertahankan Gengsi

"Kegiatan ini untuk memberikan life skill kepada warga kaum ibu-ibu di desa ini dan menjadi salah satu inovasi baru untuk warga desa," kata Ibnu Alim.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan nilai pendidikan kepada mereka warga Desa Bonto Tengnga agar kopi itu tidak sekadar minuman tetapi juga untuk dijadikan dodol, atau olahan lain menjadi selai, dodol.

Mahasiswa Perbandingan Hukum UIN Alauddin Makassar ini mengatakan bahwa nantinya masyarakat di desa itu dapat menjadikan sumber ekonomi warga desa.

Tinggal bagaimana Pemerintah Desa Bonto Tengnga menindaklanjutinya pada masa akan datang.

Kepala Desa Bonto Tengnga, Kaswan Mahmud menyampaikan mendukung penuh kegiatan pemberdayaan itu. Bahwa di daerah tersebut terdapat komoditi kopi yang cukup banyak.

"Saya harapkan adik-adik dari Women Empowerment Project ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Semoga ini bukan yang terakhir dan terus memberikan pendampingan termasuk pihak luar agar terus melakukan pendampingan ke warga kami agar bisa maju," kata Kaswan Mahmud.

Dia berharap juga bahwa selain selai kopi nanti mungkin ada inovasi-inovasi olahan kopi lainnya yang bisa, dijual dan menjadi ikon desa bonto tengnga, tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram Tribun Timur:

Baca: Apa Maksud Ustaz Abdul Somad Posting Kitab Imam Besar Ramahurmuziy Saat Ketum PPP Romy Di-OTT KPK

Baca: Cara Irfan Mahasiswa Doktor RI Lolos dari Teroris Selandia Baru Saat Jumatan, Polisi Lepas 1 Orang

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved