Ratusan Peserta Ikut Jungle Track di Taman Buru Ko'mara Takalar

Peringatan Hari Bakti Rimbawan 2019 di Sulawesi Selatan dipusatkan di Taman Buru Ko'mara, Desa Cakura

Ratusan Peserta Ikut Jungle Track di Taman Buru Ko'mara Takalar
Muh Syahrul Fadli
Suasana pelepasan peserta lintas alam 'jungle track' di Taman Buru Ko'mara Takalar, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Takalar, Sabtu (16/3/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALLASSANG - Peringatan Hari Bakti Rimbawan 2019 di Sulawesi Selatan dipusatkan di Taman Buru Ko'mara, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (16/3/2019).

Hari Bakti Rimbawan merupakan hari khusus untuk para pengelola hutan atau rimbawan dalam menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Selain penanaman pohon, Hari Bakti Rimbawan 2019 diisi lintas alam 'jungle track'.

Baca: Puncak Peringatan Hari Bakti Rimbawan di Sulsel, dari Upacara Bendera hingga Donor Darah

Baca: Hari Bakti Rimbawan, Kepala P3ESUMA Harap Taman Buru Komara Takalar Jadi Aset Nasional

Aktivis Generasi Muda Pencinta Alam, Pelajar, Kelompok Masyarakat Taman Buru Ko'mara dan perwakilan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sulawesi Selatan berpartisipasi.

Total peserta terdaftar 250 yang berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Takalar.

Peserta teregistrasi berjumlah 162 yang terdiri dari 37 tim.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3ESUMA) KLHK dan jajaran UPT KLHK Sulsel serta jajaran BKSDA Sulsel melepas peserta.

Kegiatan lintas alam 'jungle track' bertujuan mempromosikan potensi wisata alam Takalar serta mengangkat sejarah perburuan di zaman Karaeng Polongbangkeng, H Padjonga Dg Ngalle.

"Kegiatan lintas alam 'jungle track' di Taman Buru Ko'mara Kabupaten Takalar bertujuan mempromosikan potensi wisata alam sekaligus mengangkat kebanggan para pajonga (pemburu) di zaman kerajaan dan pejuang di zaman kemerdekaan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan Thomas N, Sabtu (16/3/2019) siang.

"Akan ada jalur tracking yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan," ujar Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3ESUMA) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Darhamsyah, Sabtu (16/3/2019) siang.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Baca: Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-35, Balai TNTB Selayar Gelar Aksi Ini

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved