PHRI Sulsel: Baru Empat Hotel Berlabel Halal, Biaya Urusnya Mahal

Ketua DPD PHRI Anggiat Sinaga mengatakan baru baru empat hotel yang menggunakan label halal di dapur, yakni Aston Hotel, Claro, Aldera, dan Hotel Zona

PHRI Sulsel: Baru Empat Hotel Berlabel Halal, Biaya Urusnya Mahal
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga bersama bersama Ketua IHGMA Sulsel, Junaedi Salam dan tim Independen yang telah dibentuk menggelar Press Conference yang beelangsung di Executive Lounge Hotel Claro, Makassar , Senin (26/11). Kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan BPD PHRI Sulsel untuk mengikuti Anugerah PHRI 2018 yang ditandai dengan proses seleksi tingkat provinsi yang diadakan bagi semua pelaku bisnis perhotelan dan rumah makan atau restoran. Sebanyak delapan kategori penghargaan untuk hotel ialah Best Resort Hotel, Best City Hotel, The Best Affordable Hotel, Bintang 1 terbaik, Bintang 2 terbaik, Bintang 3 Terbaik, Bintang 4 terbaik, Bintang 5 terbaik. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Ketua DPD PHRI Anggiat Sinaga, mengatakan, kehadiran Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah pada Musyawara Daerah (Musda) X Persatuan Hotel dan Restaurant RI (PHRI) di Claro Hotel, Sabtu (16/3/2019,) adalah bukti keseriusan pemerintah provinsi membangun dan fokus memperhatikan sektor pariwisata.

"Kita bangga bahwa gubernur memperioritaskan sektor pariwisata. Ini bukti bahwa Gubernur Sulsel konsen mau membangun sektor pariwisata," katanya Anggiat Sinaga ke tribun-timur.com.

Sebagai bukti perhatian Prof HM Nurdin Abdullah, terhadap sektor periwisata, menurut Anggiat Sinaga, sudah ada realisasi program seperti membangun rest area dan pedesterian.

Pada kesempatan itu Anggiat Sinaga menjelaskan, potensi sektor pariwisata Sulsel masih cukup besar.

Anggiat Sinaga menilai, wisata halal sangat penting untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan lokal ke daerah-daerah destinasi wisata.

Wisata halal, katanya, bukan agama.

"Ini untuk menjamin bahwa wisatawan Muslim merasa terjamin kehalalal makan dan minumannya. Itu saja," tegasnya.

Di Sulsel, jelas Anggiat Sinaga, baru empat hotel yang menggunakan label halal di dapur, yakni Aston Hotel, Claro, Aldera, dan Hotel Zona.

Sedikitnya jumlah hotel yang menggunakan label halal, jelas Anggiat Sinaga, karena biaya pengurusan yang mahal.

"Membutuhkan biaya sekitar 30 juta rupiah untuk satu label halal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved