Sepuluh Jam Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Ichsan Yasin Limpo

"Dugaan korupsi dalam Kota Idaman keliru. Pembangunan kota Idaman dilakukan developer bukan pemerintah daerah," kata Ichsan usai diperiksa.

Sepuluh Jam Diperiksa Polisi, Begini Penjelasan Ichsan Yasin Limpo
Ari Maryadi/Tribun Timur
Ichsan Yasin Limpo usai menjalani pemeriksaan di ruang Penyidik Satreskrim Polres Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Ichsan Yasin Limpo (IYL) telah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini dimintai keterangan selama sepuluh jam dalam ruangan Satreskrim Polres Gowa, Jumat (15/3/2019).

Ichsan akhirnya keluar dari ruangan pada pukul 21:44 Wita. Ia keluar didampingi sejumlah pengacaranya.

Menurut Ichsan, dirinya dimintai keterangan sebagai saksi mengenai dugaan tindak pidana umum dalam Perkara Kota Idaman Pattallassang.

Sementara dugaan tindak pidana korupsi, kata Ichsan, dijadwalkan dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya pada Senin (18/3/2019) mendatang.

Perkara pembangunan Kota Idaman ini telah naik ke tahap penyidikan. Polres Gowa menyebut, ada dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum dalam Pembangunan Kota Idaman.

Menanggapi hal tersebut, Ichsan kembali menegaskan tidak ada tindakan korupsi dalam pembangunan Kota Idaman ini. Menurutnya, tidak ada uang negara yang digunakan dalam pembangunan ini.

"Dugaan korupsi dalam Kota Idaman keliru. Pembangunan kota Idaman dilakukan developer bukan pemerintah daerah," kata Ichsan usai diperiksa.

Menurutnya, Pemkab Gowa hanya berperan sebagai mediator dalam negosiasi pihak PTPN XIV dengan pengembangan kawasan Kota Idaman. Bahkan, lanjut Ichsan, Kapolda Sulsel kala itu, juga ikut memediasi.

Ichsan juga mengatakan, Pemkab Gowa tidak pernah mengucurkan dana untuk pembangunan Kota Idaman.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved