Pemkab Bulukumba Uji Fungsi SPAMS di Desa Sipaenre

"Di sinilah pentingnya keberadaan KP-SPAMS dalam mengelola keberlanjutan sarana yang dibangun melalui Program Pamsimas," jelas Amran.

Pemkab Bulukumba Uji Fungsi SPAMS di Desa Sipaenre
handover
Suasana Uji Fungsi Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS), di Desa Sipaenre, Kecamatan Kindang, Bulukumba. 

TRIBUN-BULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Desa Sipaenre, Kecamatan Kindang telah berhasil melakukan Uji Fungsi Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS).

Ini merupakan uji fungsi ke-5 dari 14 program Pamsimas untuk tahun anggaran 2018 di Kabupaten Bulukumba, yang bersumber dari APBD/APBN.

Sebelum uji fungsi dilakukan, Pemerintah Desa Sipaenre mengawali dengan acara serah terima kegiatan Pamsimas dari KKM Abbulo Sibatang kepada Pemerintah Daerah, yang bertempat di Kantor Desa Sipaenre.

Melalui rilisnya, Jumat (15/3/2019), dikatakan, kegiatan itu dihadiri oleh tim dan satuan kerja Pamsimas Kabupaten, dan unsur masyarakat.

Kepala Desa Sipaenre, Aripuddin menyampaikan rasa syukur atas selesainya SPAMS di desanya.

Dirinya sekaligus berterimakasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh tim yang terlibat, yang telah bahu-membahu menyelesaikan program ini.

"Proposal Pamsimas ini telah diusulkan sejak 2017. Dan itu sebelum saya menjabat sebagai kepala desa. Namun Alhamdulillah pada hari ini kita semua dapat hadir, termasuk dua mantan kepala desa sebelum saya, untuk menyaksikan keberhasilan kita bersama dalam menyelesaikan program ini tepat pada waktunya," kata Aripuddin.

Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan SDA Bappeda, Amran Syaukani yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan setidaknya ada 3 faktor yang akan sangat menentukan keberlanjutan dari program ini.

Yang pertama adalah faktor pengelola Pamsimas yakni KP SPAMS, keterlibatan masyarakat dalam hal ini dapat berupa iuran bulanan yang ditentukan melalui musyawarah tingkat desa, serta dukungan pemerintah Desa melalui alokasi penganggaran APBDesa untuk memperbanyak sambungan ke rumah, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Lanjut Amran, kolaborasi ini perlu dilakukan karena pendanaan dari APBN sangat terbatas, sehingga tentu tidak akan mampu menutupi seluruh kebutuhan pembiayaan yang diperlukan untuk pengelolaan dan pengembangan SPAMS.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved