Problem Penegakan Hukum Pemilu

Penulis adalah Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Wilayah Sulawesi Selatan

Problem Penegakan Hukum Pemilu
HANDOVER
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Wilayah Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Saleh 

Oleh:
Abdul Aziz Saleh
(Ketua PBHI Sulawesi Selatan)

Dalam istilah hukum dikenal Das Sollen dan Das Sein.

Das Sollen adalah kaidah atau norma yang berlaku yang seharusnya menjadi rujukan perilaku pergaulan hidup masyarakat atau biasa pula disebut dengan hukum dalam teoritik (Law in Books), sedangkan Das Sein adalah hukum dalam kenyataan atau hukum yang hidup berkembang dan berproses di masyarakat (Law in Action).

Jika Jarak hukum dengan praktiknya kian lebar dan semakin jauh, maka inilah yang disebut ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.

Pelanggaran terhadap aturan berkali-kali tapi pelakunya tidak dijatuhi sanksi, pengaturannya akan menjadi sia sia.

Baca: 5 Fakta Aksi Bom Bunuh Diri di Sibolga: Istri Teroris AH Nekat Ledakkan Diri Bersama Anak

Baca: Begal Asal Makassar Jambret dan Ancam Warga Maros Pakai Busur

Dalam pelaksanaan Pemilu 2014 lalu, Panwaslu di seluruh Indonesia menerima ribuan kasus dugaan pelanggaran Pemilu lalu diteruskan ke sistem peradilan pidana.

Ironisnya, meski dari sekian banyak kasus tersebut, pelakunya dinyatakan “bersalah”, namun ada beberapa tindak pidana pemilu yang hampir “tidak pernah teruji” di pengadilan, misalnya tindak pidana pemilu yang berkaitan dengan dana kampanye.

Berkaca pada pelaksanaan Pemilu 2014 lalu, kita tidak ingin kecolongan lagi pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Cukup banyak masalah yang ditemukan dalam materi pengaturan pelanggaran, baik aturan yang menimbulkan perdebatan (Debatable) maupun aturan yang tidak jelas, tumpang tindih dan tidak relevan yang berpotensi menimbulkan kekacauan hukum.

Aturan yang multitafsir dan menimbulkan perdebatan senyatanya telah menghambat penegakan hukum pemilu atas sejumlah pelanggaran.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved