OPINI

OPINI - Belenggu Buruh Perempuan

Penulis adalah Peneliti Perburuhan Pada Ladem Institut/Tinggal di Pattallassang, Gowa

OPINI - Belenggu Buruh Perempuan
handover
Sunardi SIP MPA 

Oleh:
Sunardi SIP MPA
(Peneliti Perburuhan Pada Ladem Institut/Tinggal di Pattallassang, Gowa)

Baru saja kita merayakan International Women’s Day (8/3/2019). Atmosfer perayaan yang hingga saat ini masih terasa semarak.

Namun ada yang absen dalam perayaan saat ini, memotret diskursus dan belenggu buruh perempuan dalam wacana politik elektoral.

Padahal ini penting, satu diantara sekian alasan, bahwa tahun ini tahun politik dan disaat yang sama ribuan perempuan di Indonesia saat ini terbelenggu sebagai buruh di luar rumah.

Di Indonesia, sebanyak 261. 820 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tercatat oleh BPS hingga akhir tahun 2018.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 183.561 merupakan TKI perempuan dan sisanya 76.259 TKI laki-laki yang tersebar 26 Negara pada kawasan Asia Pasifik dan Amerika, Timur Tengah dan Afrika serta Eropa (BPS, 2018).

Angka ini belum termasuk untuk buruh perempuan bekerja di Indonesia yang jumlahnya juga mencapian ribuan.

Baca: Ungkap Jaringan Sabu Internasional, Polda Sulsel Bekuk Warga Sidrap dan Pinrang

Baca: Dua Titik Jalan Beton di Bibir Pantai Sumpang Barru Amblas, Begini Reaksi Bupati

Besarnya jumlah perempuan yang terserap pada dunia kerja, sekali lagi menjadi pukulan telak atas cara pandang yang selama ini banyak berkembang tentang perempuan sebatas sebagai pekerja domestik, kasur, sumur dan dapur.

Ternyata, ada ribuan perempuan yang karena dalam belenggu ekonomi, terpaksa meninggalkan rumah hingga keluar negeri hanya sekedar untuk memastikan dapur tetap bisa mengepul.

Kerentanan Buruh Perempuan Belenggu Buruh Perempuan selama ini diperkuat dengan narasi “kultural” yang ikut membenarkan sekaligus menghakimi buruh perempuan dengan hantaman narasi-narasi yang cenderung beraroma moralis.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved