Ketua DPRD Majene Diperiksa, Penasehat Hukum Tinggalkan Ruang Pemeriksaan Lebih Awal

Caleg DPRD Sulbar dapil Majene, Darmansyah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pemilu di Bawaslu Majene

Ketua DPRD Majene Diperiksa, Penasehat Hukum Tinggalkan Ruang Pemeriksaan Lebih Awal
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Penasehat Hukum Darmansyah, Mustamin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Caleg DPRD Sulbar dapil Majene, Darmansyah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pemilu di Bawaslu Majene, Kamis (14/3/2019).

Politisi PAN ini didampingi penasehat hukumnya, Mustamin. Namun Mustamin lambat beberapa menit datang ke Bawaslu Majene. Sementara Darmansyah yang mengenakan baju batik coklat dan celana hitam, tiba pukul 10.07 WITA.

Mustamin mendampingi Darmansyah saat pemeriksaan di ruang kerja Ketua Bawaslu Majene, Syofian Ali.

Baca: BREAKING NEWS: Ketua DPRD Majene Diperiksa Sebagai Tersangka di Kantor Bawaslu

Baca: Penyebab Facebook, WhatsApp, Instagram Down Bukan Akibat Serangan DDoS, Kapan Pulih?

Baca: Bingung Daftar BUMN Rekrutmen 2019? Nih Cara Pendaftaran rekrutbersama.fhcibumn.com Biar Tak Keliru

Sekira 1 jam 19 menit pemeriksaan Mustamin keluar dari ruangan Ketua Bawaslu. Ia meninggalkan tempat pemeriksaan pada pukul 11.26 WITA.

Mustamin mengaku belum bisa menilai perkara yang menjerat kliennya. Ia masih mempelajari materi dugaan pelanggaran yang disangkakan.

"Saya belum bisa menilai secara langsung," ujar Mustamin sesaat setelah keluar dari ruangan pemeriksaan.

Namun, Mustamin meyakini kliennya tidak bersalah. Menurutnya, Darmansyah tidak menyuruh ASN untuk berkampanye. Hanya sekedar diamanahkan untuk menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir saat pertemuan dengan masyarakat Tamo.

"Kalau menurut saya secara pribadi belum bisa dikatakan bersalah," ujarnya.

Saat ini Darmansyah masih menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Polres Majene di kantor Bawaslu. Ruang pemeriksaan tertutup rapat.

Ketua DPRD Majene ini dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemilu. Ia diduga melibatkan ASN berkampanye saat pertemuan dengan masyarakat di Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Majene, awal Februari lalu.

Politisi PAN itu disangkakan melanggar pasal 493 Jo Pasal 280 ayat (2) huruf f UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp12 juta. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved