Kades Mattiro Waile Bone Divonis 1 Tahun Penjara

Putusan itu dibacakan majelis hakim yang dipimpin Ibrahim Palino dan dibantu dua hakim anggota lainnya di ruang sidang Kusumah Atmadja

Kades Mattiro Waile Bone Divonis 1 Tahun Penjara
hasan/tribun-timur.com
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar menjatuhkan vonis bersalah terhadap Kepala Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Rudding Tokko, selama satu tahun penjara. 

TRIBUN, TIMUR.COM, MAKASSAR --  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar menjatuhkan vonis bersalah terhadap Kepala Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Rudding Tokko, selama satu tahun penjara.

Putusan itu dibacakan majelis hakim yang dipimpin Ibrahim Palino dan dibantu dua hakim anggota lainnya di ruang sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Makassar, Kamis (14/03/2019), malam.

Berbeda dengan terdakwa Camat Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Rahmatullah dan pihak swasta atas nama Budi pada sidang pekan lalu, dalam kasus yang sama, divonis bebas.

Menurut Ibrahim Palino dalam amar putusanya yang dibacakan, terdakwa Rudding Tokko terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara sebesar Rp 300 juta pada tahun anggaran 2016 dan 2017 di Kecamatan Bengo.

Terdakwa dinyatakan bersalah karena menyalagunaan wewenang kekuasaan dalam jabatanya sebagai kepala desa sebagaimana dalam dakwaan subsider yaitu pasal 3 undang undang tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Jika tidak mampu membayar denda maka diganti 1 bulan kurungan," sebut Ibrahim Palino dalam amar putusanya.

Terdakwa juga dibebankan agar  mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 147 juta dan uang itu akan menjadi milik negara.

Putusan yang dijatuhkan terdakwa tidak jauh berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. JPU menuntut terdakwa selama 1 tahun enam bulan penjara.

Lalu bagaimana dengan sikap terdakwa atas putusan itu. Melalui kuasa hukumnya, Jaya mengatakan masih pikir pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan itu. "Kami masih pikir pikir," sebutnya.

Senada disampaikan JPU Kejari Lappariaja, Soetarmin. Dirinya mengaku menunggu keputusan terdakwa. Jika terdakwa banding, maka kemungkinan besar mereka akan banding. "Kita tunggu dulu sikap kuasa hukum terdakwa," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved