Ini Jawaban KPU Sinjai Soal Dai yang Nyaleg, Apa yang Tidak Boleh Dilakukan?

Ini Jawaban KPU Sinjai Soal Dai yang Nyaleg, Ini yang Tidak Boleh Dilakukan

Ini Jawaban KPU Sinjai Soal Dai yang Nyaleg, Apa yang Tidak Boleh Dilakukan?
Samba Tribun
Divisi Sosialisasi KPU Sinjai Nur Hikmah sedang mensosialisasikan penggunaan hak pilih di KUA Sinjai Timur, Kamis (14/3/2019).   
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TIMUR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggelar kegiatan acara sosialisasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (14/3/2019).
 
Devisi Sosialisasi KPU Sinjai Nur Hikmah menyampaikan sosialisasi tata cara menyalurkan hak suara yang baik. Dan mengajak seluruh penyuluh agama se Kabupaten Sinjai untuk ikut mencerdaskan calon pemilih di wilayah tugas masing-masing penyuluh agama. 
 
Dalam kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan tanya jawab. Beragam pertanyaan dari para penyuluh agama yang sebagian mereka adalah dai di kampung mereka di Sinjai.
 
Salah satu pertanyaan salah seorang penyuluh agama asal Sinjai Timur bernama Muzakkir kepada Nur Hikmah yang mempertanyakan jika ada dai yang juga maju sebagai anggota legislatif. 
 
" Bagaimana Ibu kalau ada dai yang maju sebagai calon anggota DPRD. Sementara aturan pemilu tidak membolehkan caleg kampanye dalam mimbar sementara ada caleg juga dai," kata Muzakkir.
 
" Apakah selama jelang Pileg ini tidak bisa ceramah di masjid maupun di rumah taklim," tanya Muzakkir kepada Nur Hikmah dalam kesempatan itu. 
 
Nur Hikmah menjelaskan bahwa khusus dai yang maju calon anggota DPRD maka tetap dibolehkan ceramah menyampaikan nasihat agama.
 
" Tetapi tidak dibolehkan kalau ceramah sambil kampanyekan diri pribadi dalam masjid atau diatas mimbar maupun pada acara-acara pengajian taklim lainnya karena itu melanggar aturan pemilu karena dilarang orang kampanye diatas mimbar masjid," kata Nur Hikmah.
 
Namun sepanjang dai yang juga caleg tidak kampanye maka tetap dibolehkan dan tidak melanggar aturan. 
 
Ia juga menyarankan kepada dai yang juga caleg agar tidak membagi-bagikan kartu nama dalam masjid tetapi menyarankan agar membagikan dalam rumah warga yang dikunjunginya agar tidak melanggar aturan dan pesta demokrasi tetap berjalan kondusif, katanya. (*)
 
Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
IG. Sambah Sambahrii
 
 

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved