Bangun Bendungan Je'nelata, Pemkab Gowa Akan Relokasi Pemukiman Warga

Relokasi pemukiman warga di lima desa adalah dampak dari pembangunan bendungan Jenelata sebagai upaya pereduksi banjir

Bangun Bendungan Je'nelata, Pemkab Gowa Akan Relokasi Pemukiman Warga
ari maryadi/tribungowa.com
Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkab Gowa, Mundoap. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gowa, Mundoap, mengatakan, sejumlah pemukiman warga akan direlokasi terkait rencana pembangunan bendungan Jenelata.

Relokasi pemukiman warga di lima desa adalah dampak dari pembangunan bendungan Jenelata sebagai upaya pereduksi banjir di Wilayah Kabupaten Gowa. Lima desa tersebut yaitu Desa Moncongloe, Manuju, Tanah Karaeng, Bilalang, dan Desa Pattallikang.

Mundoap mengatakan, Pemkab Gowa saat ini masih menantikan hasil desain bendungan dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Sebab, Dinas PUPR Pemkab Gowa belum bisa menentukan secara pasti berapa rumah dan titik mana saja yang terkena pembebasan lahan.

"Kami masih menantikan desain bendungan ini. Daerah mana saja yang kena strukturnya, baru bisa dilakukan relokasi," kata Mundoap kepada Tribun Timur, Kamis (14/3/2019).

"Setelah ada desain dari balai baru kita ke lapangan, pemukiman mana dan berapa rumah yang mana kena. Gambar strukturnya belum ada, jadi kita belum bisa bicara," tambah Mundoap.

Mundoap melanjutkan, Pemkab Gowa saat ini sedang aktif melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di area yang akan dijadikan lahan Bendungan Jenelata. Sebab, saat ini sudah ada anggaran tahap pertama sebesar Rp 460 miliar untuk pembebasan lahan.

Pemkab Gowa nantinya akan bekerjasama dengan BPN dan Kepolisian untuk menghitung kelayakan harga tanah masyarakat yang terkena pembangunan bendungan. Mundoap melanjutnya, pihaknya nantinya akan melakukan diskusi dan penawaran bagi warga yang terdampak, ingin mengambil tempat relokasi yang disiapkan atau memilih tempat sendiri.

Pembangunan Bendungan Jenelata diwujudkan sebagai upaya untuk mereduksi banjir di wilayah Kabupaten Gowa. Pembangunan bendungan ini dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang (BBWSPJ), Suparji mengatakan analisis dampak lingkungan (amdal) bendungan Jenelata telah rampung. Untuk desain bendungan masih sementara dalam proses pengerjaan.

"Saat ini desain bendungan belum sepenuhnya selesai. Namun amdalnya sudah kami rampungkan," kata Suparji, Rabu (13/3/2019) kemarin.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved