Tak Terima Keluarganya Jadi Korban Cabul, Puluhan Warga Datangi Polsek Kelera Jeneponto

Puluhan keluarga korban dugaan pencabulan N (14) pelajar di jeneponto mendatangi kantor Polsek Kelara

Tak Terima Keluarganya Jadi Korban Cabul, Puluhan Warga Datangi Polsek Kelera Jeneponto
Humas Polres Jeneponto
Puluhan keluarga korban dugaan pencabulan di Jeneponto datangi Kapolsek Kelara, Jeneponto, Selasa (12/3/2019) malam 

TRIBUNJENEPONTO.COM, KELARA - Puluhan keluarga korban dugaan Pencabulan N (14) pelajar di jeneponto mendatangi kantor Polsek Kelara, Kecamatan Kelara, Kabupaten jeneponto, Rabu (12/3/2019) malam.

Informasi yang diperoleh TribunJeneponto.com, dari Plt Kasubag Humas Polres jeneponto AKP Syahrul puluhan keluarga korban ini mempertanyakan keberadaan pelaku.

"Informasi tentang dugaan pencabulan ini sampai di telinga keluarga korban, sehingga keluarga korban ramai-ramai kekantor Polsek Kelara," kata Syahrul, Rabu (13/3/2019)

Baca: Diancam Gunakan Badik, Seorang Pelajar di Jeneponto Diduga Dicabuli

Baca: RESMI!Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS di Papua Barat, Login di sscn.bkn.go.id,Bagaimana dengan Papua?

Baca: Tips Jitu WhatsApp, Cara Mudah Ciduk Orang-orang yang Sering Kepoin Profil Kamu

"Mereka menanyakan keberadaan terduga pelaku dan korban sendiri yang dibawa anggota Reskrim untuk di visum di RSUD Lanto dg Pasewang Jeneponto," tuturnya.

Para keluarga korban yang datang kekantor Polsek Kelara pun diberi pengarahan untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

Diketahui kasus dugaan pemerkosaan menimpa seorang pelajar yang masih berumur 14 tahun.

Dugaan pemerkosaan bermula ketika korban diajak ke sebuah salon dan korban diajak hubungan badan dengan diancam sebilah badik.

Korban juga diancam untuk tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarganya.

"Pengakuan korban itu, peristiwa pencabulan terjadi sabtu lalu. Tapi karena korban diancam dibunuh Ia tidak mau cerita apa yang dialaminya," ungkap Syahrul.

"Namun, korban ini dipaksa teman untuk cerita akhirnya dia mau mengatakan kejadian tersebut kepada gurunya dan dengan gurunya melapor ke Polsek Kelara," tuturnya.

Diduga pelaku juga tinggal di kecamatan Turatea. (TribunJenepinto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved