Bupati Tana Toraja: Aturan Mana yang Larang Saya Jabat Plt Kadis Kesehatan

Bupati Nicodemus menjelaskan alasannya mengangkat dirinya sebagai Bupati Tana Toraja menjadi Plt Kadis Kesehatan di lingkup pemerintahan Tana Toraja.

Bupati Tana Toraja: Aturan Mana yang Larang Saya Jabat Plt Kadis Kesehatan
risnawati/tribuntoraja.com
Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae saat berada di Kantor Pengadilan Negeri Makale, Jl Pongtiku, Kecamatan Makale, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menanggapi protes karena dia menunjuk dirinya sendiri  menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja.

Hal itu sesuai surat perintah dikeluarkan oleh Bupati Tana Toraja per tanggal 12 Maret 2019.

Bupati Nicodemus menjelaskan alasannya mengangkat dirinya sebagai Bupati Tana Toraja menjadi Plt Kadis Kesehatan di lingkup pemerintahan Tana Toraja.

"Saya menjadi Plt untuk sementara waktu, karena belum saya dapatkan tenaga ASN yang bisa menerjemahkan jangan biarkan rakyatku sakit," tutur Nico saat ditemui TribunToraja.com, di kantor PN Makale.

Bupati Nicodemus menghadiri kegiatan pencanangan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Aula Pengadilan Negeri Makale, Jl Pongtiku, Kecamatan Makale, Rabu (13/3/2019)

Sekedar informasi, kata jangan biarkan rakyatku sakit adalah salah satu tagline dalam pemerintahannya bersama Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.

Sebagai pejabat negara, Nico mengatakan mau atau tidak mau harus menduduki jabatan, karena belum ada yang dia nilai optimal menduduki Kadis Kesehatan.

Dia merasa bisa melakukan itu, menurutnya menjadi persoalan adalah bagaimana membangun Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta jaringannya dengan harmoni dalam hubungan antar instansi.

Nico berkeinginan agar pekerjaan memiliki target tolak ukur tepat, dan berbagi dukungan sarana serta prasarana kedepannya dikelola dengan baik oleh instansi tersebut.

"Jangan mi ki ragu, tidak lama ji itu pelaksana tugas kalau Bupati," ucapnya.

Lanjut Nicodemus bertanya aturan mana yang melarang dirinya menjadi Plt Kadis Kesehatan.

"Kalau terjadi bencana, Bupati diam bisa tidak? atau ada pekerjaan mandek mau dibiarkan saja? tentu tidak kan?," jelas Nico.

Maka itu, Nico meminta kepada pihak atau ahlinya agar memberi tahu aturan yang dilanggar karena mengaku belum mendapat kata kunci kalau dirinya tidak bisa menjabat pelaksana tugas. (*)

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved