Pemkab Takalar, Unicef dan YPMT Bahas Gerakan Kembali Bersekolah

Membahas Gerakan Kembali Bersekolah di Gedung PKK, Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar

Pemkab Takalar, Unicef dan YPMT Bahas Gerakan Kembali Bersekolah
Humas dan Protokol Kabupaten Takalar
Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Takalar, Unicef dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Takalar (YPMT) gelar pertemuan membahas Gerakan Kembali Bersekolah di Gedung PKK, Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Selasa (12/3/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALLASSANG - Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Takalar, unicef dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Takalar (YPMT) menggelar pertemuan membahas Gerakan Kembali Bersekolah di Gedung PKK, Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Selasa (12/3/2019).

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Unicef, perwakilan Kapolres Takalar, perwakilan Kodim 1426 Takalar, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Takalar dan Kepala SKPD Kabupaten Takalar.

Kegiatan dibuka Kepala Bapelitbang Kabupaten Takalar Drs Ahmad Rivai M Si yang mewakili Bupati Takalar.

Baca: 305 Personil Brimob Bone Periksa Kesehatan

Baca: Wakil Bupati Sinjai Minta Aparat Desa Ketahui Visi Misinya

Baca: Jamaah Haji di Palu Jalani Pemeriksaan Tahap 2

Drs Ahmad Rivai M Si dalam pembukaannya mengatakan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Takalar diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Menurut Ahmad Gerakan Kembali Bersekolah harus terus digalakkan demi lahirnya generasi berkualitas untuk kemajuan Kabupaten Takalar.

"Melalui kegiatan ini kita ingin menyamakan persepsi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait pendidikan. Juga membuat program-program yang dapat mengajak anak-anak yang tak bersekolah kembali bersekolah," kata Drs Ahmad Rivai M Si.

Ahmad berharap dari kegiatan ini Pemerintah Kabupaten mendapatkan solusi-solusi cerdas menangani anak yang tak bersekolah untuk bersekolah kembali.

Perwakilan Unicef Suryanto pada kesempatan tersebut menjelaskan Unicef bekerjasama dengan Pemda Takalar untuk menangani anak-anak yang tidak bersekolah.

"Dari data yang saya pegang, angka partisipasi murni khususnya di Kabupaten Takalar untuk anak usia 7-12 tahun cukup bagus karena sudah mencapai 92,4%. Yang menjadi perhatian kita bersama adalah angka usia 16-18 tahun karena di usia ini terdapat 38% anak yang tidak bersekolah," kata Suryanto.

"Sekarang perlu digagas cara menangani anak-anak yang tidak bersekolah. Melalui sebuah model sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat di mana data diperoleh dari masyarakat juga," tambahnya.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Ar

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved