Jokowi Diserang Hoax, Nurdin Abdullah Lagi-lagi Pasang Badan

“Saya kira tidak ada yang setuju pelajaran agama dihapus, apalagi di pesantren," kata Nurdin Abdullah.

Jokowi Diserang Hoax, Nurdin Abdullah Lagi-lagi Pasang Badan
handover
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah kembali pasang badan untuk Calon Presiden RI, Joko Widodo atas berita bohong yang diviralkan oleh sejumlah 'emak-emak' di kota Makassar.

Rekaman yang diabadikan disalah satu rumah itu, menyatakan bahwa Jokowi akan menghapus pelajaran agama di sekolah dan pesantren.

Baca: Foto Beginilah Suasana di Dalam Rapat Paripurna Saat Laporan Pertanggung Jawaban APBD 2018

Selasa (12/3/2019), Nurdin Abdullah saat dikonfirmasi wartawan, berharap masyarakat Sulsel tidak mudah untuk mempercayai kampanye hitam atau informasi bohong pada tahun politik ini.

Menurut Nurdin Abdullah sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 lalu, pandangan yang selalu sebut-sebut Sulsel masuk di zona merah sudah berubah 99 persen.

“Stigma zona merah di Sulsel itu sudah hilang, kita sekarang status zona hijau. Jadi tolong seluruh masyarakat sulsel jangan mudah mempercayai hoax. Masyarakat Sulsel jangan mudah percaya itu namanya hoax,” tegas Nurdin Abdullah di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Baca: Diduga Gunakan Rastra Sebagai Alat Kampanye, Kades Jojjolo Bulukumba Dilapor ke Panwas

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menilai tidak ada satupun kelompok yang setuju dengan infomasi bohong atau berita hoax, terlebih menjelang Pilpres dan Pileg 2019 ini.

“Saya kira tidak ada yang setuju pelajaran agama dihapus, apalagi di pesantren," kata Nurdin Abdullah.

Ia menjelasnkan, sosok Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merupakan tokoh agamais dan paham betul mengenai agama.

“Presiden itu masih normal, orang yang sangat agamais, akhlaknya jangan diragukan lagi, nggak mungkin melakukan hal tersebut. Jadi jangan dipercaya itu hoax. Saya kira tugasnya kita semua ini mari sama-sama kita mencari siapa itu yang mengedarkan informasi itu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa menebar berita bohong itu sama halnya fitnah, dan memiliki unsur pidana.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Saldy

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved