Godok Ranperda Pemberian ASI, Pansus DPRD Gowa Studi ke Yogya

Menurut Fitriady, Dinas Kesehatan Kota Jogja sudah 4 tahun menerapkan pemberian ASI Eksklusif melalui Perda No 1 tahun 2014

Godok Ranperda Pemberian ASI, Pansus DPRD Gowa Studi ke Yogya
Humas DPRD Gowa
Panitia Khusus DPRD Kabupaten Gowa melakukan studi referensi ke Kota Yogyakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Tim Panitia Khusus DPRD Kabupaten Gowa melakukan studi referensi ke Kota Yogjakarta, Selasa (12/3/2019).

Studi ini dilakukan dalam rangka mencari referensi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif yang sementara digodok di Kabupaten Gowa.

"Kami baru saja melakukan diskusi dan tanya jawab panjang dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja. Bagus, menarik, banyak penghargaan dan patut dicontoh," kata Ketua Pansus Muh Fitriady melalui pesan Whatsapp.

Menurut Fitriady, Dinas Kesehatan Kota Jogja sudah 4 tahun menerapkan pemberian ASI Eksklusif melalui Perda No 1 tahun 2014.

Untuk itu Panitia Khusus DPRD Gowa menambah referensi mengenai Raperda Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif yang sementara digodok.

Fitriady melanjutkan, Perda tersebut masuk dalam prioritas yang akan segera dibahas dan disahkan tahun ini.

Ia menilai perlu persiapan lebih dini mengenai masa depan generasi muda yang lebih maju dan kompetitif di Gowa. Apalagi perda hilirnya yaitu Pemberdayaan Kepemudaan telah disahkan awal 2019 lalu.

"Saat ini kita fokus pada perda hulunya dengan membahas peraturan tentang pemberian ASI Eksklusif selama 4-6 bulan kepada bayi yang lahir di Gowa" sambung Fitriady

"Kita berharap setelah perda ini disahkan, Angka pemberian ASI di Kabupaten Gowa dapat meningkat seiring bertambahnya kesadaran ibu-ibu menyusui untuk memberikan ASI nya kepada bayinya" tambahnya

Selain berfungsi mengatur kewajiban pemberian ASI eksklusif untuk bayi, Perda ini juga diharapkan dapat berperan penting dalam menekan angka "Stunting" di Kabupaten Gowa. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved