Bawaslu Sinjai Akan Panggil Kepala Dinas Salam 2 Jari

Ketua Bawaslu Sinjai A Rusmin Kayyung menyampaikan bahwa pihaknya sementara ini terus mendalami sejumlah kepala dinas

Bawaslu Sinjai Akan Panggil Kepala Dinas Salam 2 Jari
Samba/tribunsinjai.com
Ketua Bawaslu Sinjai A Rusmin Kayyung (kanan) bersama Ketua KPU Sinjai Muh Naim di kantor Bawaslu Sinjai. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan merencanakan akan memanggil beberapa kepala dinas yang ikut salam dua jari di Objek Wisata Pulau Larea-rea, Kecamatan Pulau Sembilan lalu.

Ketua Bawaslu Sinjai A Rusmin Kayyung menyampaikan bahwa pihaknya sementara ini terus mendalami sejumlah kepala dinas di Sinjai yang melakukan salam dua jari.

" Rencana kami akan panggil para kepala dinas itu yang pernah salam dua jari di Pulau Larea-rea lalu," kata Rusmin Kayyung, Senin (11/3/2019).

Ia akan memanggil untuk dilakukan klarifikasi maksud dan makna simbol dua jari tersebut.

Sebelumnya sejumlah natizen di Sulawesi Selatan menduga jika aksi salam dua jari yabg dilakukan para kepala dinas itu adalah simbol dukungan kepada Calon Presiden RI Prabowo-Sandiaga Uno.

Demikian juga di Sinjai sejumlah natizen ikut mengeritik para kepala dinas tersebut sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Terpisah Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Sinjai Irwan Suaib yang juga ikut dalam salam dua jari itu menjelaskan bahwa salam dua jari tersebut bukan sebagai simbol dukungan kepada Presiden Prabowo-Sandi.

Irwan mengungkapkan bahwa aksi simbol piss itu sebagai bentuk bagian dari promosi objek wisata Pulau Larea-rea yang makin keren saat ini.

Selain itu simbol piss itu sebagai simbol dua anak cukup karena dalam kunjungan ke pulau tersebut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mas Ati.

" Perlu saya jelaskan bahwa saat itu Pak Bupati Andi Seto baru saja melakukan acara Musrembang di Pulau Sembilan bersama kami. Lalu Pak Bupati bersama para kepala dinas mengunjungi pulau Larea-rea untuk melihat salah satu objek wisata yang akan dikembangkan pemerintah daerah," kata Irwan.

" Saat itu sempat foto bersama untuk mengabadikan momen di Pulau Larea-rea supaya bisa disosialisasikan dan dipromosikan objek wisata Pulau larea-rea dan ibu Kadis DP3AP2KB Mas Ati mengajak kita semua untuk mensosialisasikan dua anak cukup dengan simbol dua jari. Jadi simbol dua jari di foto itu bukan simbol Pilpres dan tidak ada maksud untuk mengajak masyarakat untuk pilihan Pilpres karena saat kejadian di Pulau tidak ada masyarakat yang berada di Pulau Larea-rea," jelas Irwan.

Saat ini foto-foto simbol piss Bupati Andi Seto bersama beberapa orang kepala dinasnya sudah diteliti bentu keasliannya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved